|
Written by Administrator
|
|
Minggu, 07 Maret 2010 |
|
Tujuan Ke-7: Memastikan Kelestarian Lingkungan
Target
9: Mengintergrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan kedalam
kebijakan dan program pemerintah Indonesia, serat mengembalikan
sumberdaya yang hilang
Target 10: Mengurangi hingga setengahnya
proporsi masyarakat Indonesia yang tidak memiliki akses terhadap air
minum yang aman dan sanitasi dasar.
Target 11: Meningkatkan secara signifikan kehidupan masyarakat yang hidup di daerah kumuh.
Situasi Saat Ini
Antara
tahun 1985 dan 1997, laju deforestasi di Kalimantan, Maluku, Papua,
ulawesi dan Sumatra adalah 1.8 juta hektar per tahun. Ancaman utama
tehadap hutan hujan Indonesia adalah pembalakan liar di kawasan hutan
lindung. Di era desentralisasi dan otonomi daerah, lebih banyak hutan
yang dikeploitasi, pembalakan liar semakin menjadi-jadi dan batas
kawasan lindung sudah tidak diperdulikan lagi. Panyebab utamanya adalah
lemahnya supresmasi hukum dan kurangnya pengertian dan pengetahuan
mengenai ptujuan pembangunan jangka panjang dan perlindungna biosphere.
- Air
- Kualitas air yang sampai ke masyarakat dan didistribusikan oleh PDAM
ternyata tidak memenuhi persyarat air minum aman yang dikeluarkan oleh
Departemen Kesehatan. Hal ini utamanya disebabkan oleh kualitas
jaringan disribusi dan perawatan yang kemudian menyebabkan terjadinya
kontaminasi.
- Sanitasi
- Berdasarkan data terahir yang tersedia, akses masyrakat secara umum
terhadap fasilitas sanitasi adalah 68%. Akan tetapi, tampaknya sanitasi
tidak menjadi prioritas utama pembangunan, baik di tingkat nasional,
regional, badan legislative maupun sektor swasta. Hal ini tampat dari
relatif kecilnya anggaran yang disediakan untuk sanitasi.
Tindak Lanjut
Akses
dan ketersediaan informasi mengenai sumberdaya alam dan lingkungan
merpakan aspek yang perlu ditingkatkan. Program yang seperti ini dapat
membantu memperkaya pengetahuan dan wawasan kelompok masyarakat yang
hidup di daerah perdesaan dan daerah terpencil mengenai pentingnya
perlindungan terhadap lingkungan. Hal ini juga perlu disandingkan
dengan promosi mengenai kesehatan dan kebersihan, sehingga masyarakat
akan lebih mengerti petingnya air bersih dan dapat berpartisipasi aktif
menjaga dan merawat fasilitas air bersih yang ada. Kampanye mengenai
pentingnya sanitasi juga perlu dilakukan kepada pemerintah, pembuat
kebijakan, dan badan legislatif, termasuk juga kapada masyarakat.
Diperlukan investasi dan prioritisasi yang lebih besar untuk
meningkatkan akses terhadap air bersih dan pelayanan sanitasi untuk
masyarakat di seluruh Indonesia.
|