BERIKAN PENGHARGAAN UNTUK JURNALIS SENIOR DI HPN 2020

2019-2020

Dringu - Puncak Hari Pers Nasional (HPN) digelar hari ini, Kamis pagi (20/2) di Gedung pertemuan Lila Catering, Jalan Deandels Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Para jurnalis kota dan kabupaten berkumpul untuk menggelar resepsi HPN.

Ketua panitia Rhomadona mengatakan jika pelaksanaan HPN tahun 2020 diwarnai dengan beberapa kegiatan. Diantaranya, upacara HPN di Museum  Probolinggo, Senin (10/2) dengan awak media sebagai petugas upacara  Lanjut kegiatan sosial di Ponpes wilayah Kabupaten, kemudian penanaman bibit anggur, Senin (17/2) di Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo.

"Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi sehingga rangkaian acara HPN bisa berlangsung dengan lancar. Baik pemkot, pemkab, Polresta maupun pihak lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu," urai Rhomadona, Ketua Jurnalis Probolinggo Kota ini.

IMG 20200220 WA0040Selanjutnya, penyerahan reward kepada jurnalis senior sebanyak 5 orang, yaitu Satrijo Prabowo, Ali Muchtar, alm. Nur Hasan diwakili oleh putrinya , Nur Hidayat, Wiwit Agus Pribadi. Wakil Wali Kota Soufis Subri bersama Wakil Bupati Timbul Prihanjoko dan Kapolresta AKBP Ambaryadi Wijaya menyerahkan penghargaan sebagai tanda terima kasih atas peran dan kiprahnya selama ini membangun Probolinggo.

Dalam sambutannya Wawali Subri meminta insan pers berpikir cerdas dan profesional sehingga bisa ikut berkontribusi dalam membangun wilayah. Ini seiring dengan tema  yang diangkat,"Jurnalis positif, pro investasi dan ekonomi kreatif".

"Jurnalis merupakan bagian dari sistem pemerintahan baik lokal, regional maupun nasional. Memiliki peran signifikan dalam mendukung kemajuan sebuah daerah.
Teman media salah satu pilar pembangunan, jika seorang jurnalis cerdas, maka saran dan kritiknya berbobot/berkualitas.
Kami berharap para jurnalis memiliki independensi, profesionalisme, kemampuan, moral dan etika," harap wawali.

Ia mencontohkan sosok jurnalis senior Dahlan Iskan. Melalui tulisannya yang edukatif, saran dan kritiknya membangun sehingga bisa membawa perubahan yang positif. Termasuk keberadaan jurnalis harus independen, memegang teguh  kejujuran dan tidak menggantungkan hidupnya pada pihak tertentu.

"Semoga faktor kedekatan dengan eksekutif maupun pihak lain bukan sekadar pragmatis atau ada tendensi. Namun bertujuan untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam membangun kota, Insya Allah terwujud Kota Probolinggo yang madani jika para jurnalisnya cerdas dan profesional serta berkualitas," tegasnya.

Hal yang sama.juga diungkapkan Wabup Timbul Prihanjoko. Ia mengajak wartawan agar tetap memberikan kritik sosial tanpa meninggalkan idealis. Termasuk ada solusi yang ditawarkan oleh jurnalis sehingga tidak menambah persoalan menjadi runyam.

"Wartawan harus cerdas, bergandeng tangan, jadi bukan hanya memberitakan tapi ikut membangun Probolinggo. Karena disitu juga bagian dari keberhasilan. Kita makan dan hidup di Probolinggo, sudah  menjadi bagian dari masyarakat sehingga memiliki tanggung jawab moral," pintanya. (Yuli)

BAGIKAN