DISKOMINFO TERIMA PENGHARGAAN SEBAGAI KOORDINATOR DONOR DARAH TERBANYAK

2019-2020

PROBOLINGGO - Dinas Kominfo melalui kegiatan Gadispentermas memperoleh penghargaan sebagai koordinator donor darah terbanyak kategori kegiatan lain-lain. Dalam satu tahun bisa mengumpulkan hampir 900 kantong darah, atau sekitar 80 kantong per bulan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh pengurus PMI bagian organisasi dr Nurul Hidayati. "Saya mengapresiasi para koordinator donor darah yang selama ini berperan aktif dongkrak jumlah pendonor, sehingga stock darah di UTD PMI tercukupi. Terima kasih atas kerja kerasnya selama ini," ujarnya.

Hal ini diungkapkan dr Ida, panggilan akrabnya saat menyampaikan kata sambutan dalam acara pembukaan gathering koordinator donor darah, Sabtu(11/1). Ia juga menyerahkan penghargaan kepada para koordinator donor darah dengan beberapa kategori.

IMG 20200111 WA0051Diantaranya, Kelompok donor darah terbanyak kategori sekolah diberikan kepada SMAN 4. Kategori lembaga pendidikan oleh LKP Pratama Mulia. Kategori BUMN oleh PT Pos Indonesia. Kategori Kelurahan/ Kecamatan dan perumahan diberikan kepada koordinator perumahan Bumi Yuangga. Kategori tempat ibadah dan pesantren oleh pondok Al Haq.
Rumah sakit : RSU wonolangan
Kategori Kegiatan lain-lain diberikan kepada Diskominfo.

Sementara itu Kepala UTD PMI dr Cik Kahadi menuturkan, jika tahun 2019 ada peningkatan jumlah pendonor. "Selama setahun terkumpul ada 10.620 kantong  atau sekitar 880 kantong darah per bulan. Ini juga peran dari para koordinator donor darah, semoga tahun ini bisa lebih ditingkatkan," pintanya.

Kegiatan gathering ini merupakan rutinitas tiap tahun. Meski pelaksanaannya terlambat, karena seharusnya dilakukan tahun kemarin, dr Cik berharap masih bisa membangun kekompakan dan jejaring antar koordinator donor darah.

Selanjutnya para peserta gathering menerima materi talk show tentang golongan darah dengan rhesus negatif. Narasumbernya dr Cik Kahadi dan pendonor yang memiliki golongan darah dengan rhesus negatif Ivan Hendrawan. (Yuli)

 

The Agency of Communication and Information Technology (Diskominfo), through a program called Gadispentermas, has been awarded as the most blood donor coordinator in other activities category. The agency has collected almost 900 blood bags or 80 bags in a month.

The award was handed over by caretakers of the local Indonesia Red Cross, dr Nurul Hidayati. “I appreciate the blood donor coordinators who have participated actively in increasing the number of donators so that we can have plenty of stock of blood. Thank you all for the participation,” she said.

This was stated by dr Nurul Ida while delivering her speech in the opening of blood donor coordinator gathering held on Saturday (11/1). She also handed over the award to the recipients in different categories.

In the school category, the most blood donor coordinator was awarded to high school SMAN 4. LKP Pratama Mulia received the same award for educational institution category; PT Pos Indonesia for BUMN category; Bumi Yuangga settlement for the urban village and settlement category; Islamic boarding school Al Haq for a worship place category; public hospital RSU Wonolangan for hospital category; and Diskominfo for other categories.

Meanwhile, the head of PMI dr Cik Kahadi said there was an increase of blood donators in 2019. “There were 10,620 blood bags collected in 2019. This increase was thanks to the participation of the blood donors. Hopefully, we can increase this number this year,” he said.

The gathering event was routinely held which dr Cik hopes to build compactness and network among the blood donor coordinators.

The gathering attendees were then listening to a talk show material talking about the blood type of negative rhesus. dr Cik Kahadi and a blood donator with negative rhesus were the speakers (alfien_tr)

BAGIKAN