FORUM SINERGITAS PENGEMBANGAN PARIWISATA DAN PERHUBUNGAN DI JAWA TIMUR

2019-2020

KANIGARAN - Bertempat di Command Center Kantor Wali Kota dilaksanakan Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata dan Perhubungan Se-Bakorwil Jember secara virtual, Kamis (1/10) siang. Rapat ini dihadiri Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Budi Krisyanto yang mewakili Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.

Kepala Bakorwil V Provinsi Jatim di Jember R. Tjahjo Widodo pun hadir dalam rapat virtual yang diikuti oleh dinas terkait di lingkungan Provinsi Jawa Timur diantaranya Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, DPPKAD, Bappeda, Bagian Humas dan Protokol serta Pemerintah Kabupaten/Kota se Bakorwil V Jember seperti Bondowoso, Lumajang, Situbondo dan Probolinggo.

Pertemuan yang merupakan ide dari Pemerintah Kota Probolinggo ini mendapat apresiasi dari Kepala Bakorwil V Provinsi Jawa Timur Tjahjo. Melalui pertemuan ini pemerintah daerah dapat melakukan persiapan strategi pemulihan ekonomi pada sektor pariwisata dan perhubungan pasca pandemi COVID 19.

Seperti diketahui, pariwisata adalah salah satu sektor yang mengalami keterpurukan di masa pandemi COVID 19. Mobilitas manusia dibatasi yang berakibat pada penurunan jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Memasuki penerapan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID 19 perlu adanya usaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya wisatawan domestik.

WhatsApp Image 2020 10 01 at 11.16.27Menurut Kepala Bakorwil V Provinsi Jawa Timur Tjahjo mengatakan setidaknya ada lima rekomendasi yang dihasilkan terkait pertemuan ini. Dan lima rekomendasi itu disetujui oleh peserta rapat dan akan ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya. Diantaranya adalah membentuk forum koordinasi silaturahmi dan sinergi antar kabupaten/kota se Bakorwil Jember; tindak lanjut usulan masing-masing kabupaten/kota untuk jalur mana yang akan dikembangkan dan diusulkan serta dikoneksikan wilayah Jawa Timur; ada tindak lanjut masing-masing kabupaten/kota untuk jalur mana yang akan dikembangkan dan diusulkan ke Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata untuk dikoneksikan menjadi tujuan wisata.

Pertemuan lanjutan bakal dilaksanakan tanggal 13-14 Oktober di Kabupaten Bondowoso. “Segera melakukan studi tiru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tempat-tempat kunjungan wisata yang sudah terkoneksi dan tempat transpotasi wisata dan ada pertemuan secara rutin forum komunikasi antar kabupaten/kota terkait pengembangan pariwisata dan perhubungan,” urai pria kelahiran Surabaya itu.

Sementara itu, Kepala Dispopar Budi Krisyanto mengatakan pertemuan ini mendapat respon dari dinas terkait di lingkungan Provinsi Jawa Timur sehingga dari pertemuan ini untuk segera membuat usulan potensi wisata yang menjadi andalan di masing-masing kabupaten/kota yang akan dijadikan paket-paket terkoneksi (pariwisata dan perhubungan).

Masih menurut Budi, bahwa paket terkoneksi destinasi pariwisata yang dipersiapkan untuk Kota Probolinggo itu adalah Beejay Bakau Resort (BJBR), Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL), Museum, Gereja Merah dan Pantai Permata Pilang.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, jasa usaha pariwisata, pengelola destinasi tujuan wisata di Kota Probolinggo tetap berkomitmen untuk penerapan protokol kesehatan (mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker). Hal ini diberlakukan kepada pengelola, tempat wisata dan pengunjung wisata. “Selain itu, menyusun strategi inovasi secara terus menerus agar mempercepat proses pemulihan ekonomi di Kota Probolinggo,” pungkas Budi. (dewi)

 

A virtual coordination meeting on the development of tourism and transportation throughout the Jember V Regional Coordinating Agency (Bakorwil) took place at the Command Center, city hall, on Thursday (1/10). The meeting was attended by the Head of the Youth, Sports, and Tourism (Dispopar) Agency Budi Krisyanto representing Probolinggo Mayor Habib Hadi Zainal Abidin.

The Head of Bakorwil V Jember R. Tjahjo Widodo was also present at the virtual meeting which was attended by other agencies in East Java Province including the Tourism Agency, Transportation Agency, DPPKAD, Regional Development Planning and Research (Bappeda), Public Relations and Protocol Department, and the regional governments under the Jember V Bakorwil including Bondowoso, Lumajang, Situbondo, and Probolinggo.

The meeting, which was initiated by Probolinggo city administration, received appreciation from the Head of Bakorwil V, East Java Province, Tjahjo Widodo. Having the meeting, local governments can prepare for mapping out economic recovery strategies on the tourism and transportation sector should the COVID-19 pandemic ends.

As is known, tourism is one of the sectors badly impacted by COVID-19 pandemic. Human mobility is limited, resulting in a decrease in the number of tourists both domestic and foreign. With the ‘new normal’ era has been applied amid the COVID-19 pandemic, it is highly necessary to make efforts to increase tourist visits, especially the domestic ones.

Tjahjo Widodo said that at least five recommendations were made to the meeting. All those recommendations were then approved by the participants and will be followed up at the next meeting. These recommendations include establishing a forum for coordination of friendship and synergy among regencies/cities in Bakorwil V Jember; follow-up on the suggestions of each regency/city for which route will be developed and proposed and connected to the East Java region; a follow-up from each regency/city for which route will be developed and proposed to the Transportation Agency and the Tourism Agency to be then connected as a tourist destination.

The follow-up meeting will be held on October 13-14 in Bondowoso Regency. "A comparative study must be soon conducted to the Special Region of Yogyakarta (DIY) where tourist visits are already connected and tourist transportation places and there are regular meetings for communication forums among regencies/cities related to tourism and transportation development," explained the man born in Surabaya.

Meanwhile, the Head of Dispopar Budi Krisyanto said that the meeting received a response from related agencies in the East Java Province so that they would immediately make proposals for tourism potential that became a mainstay in each regency/ city which would be used as connected packages (tourism and transportation).

The connected package for tourism destinations prepared in Probolinggo city would be Beejay Bakau Resort (BJBR), Environmental Study Tourism Park (TWSL), Museum, Red Church, and Permata Pilang Beach, according to Budi.

He hopes that all social elements, tourism business services, management of tourist destinations in Probolinggo City will remain committed to implementing health protocols (washing hands, maintaining distance, avoiding crowds, wearing masks). This applies to managers, tourist attractions, and tourist visitors. "Besides, we are continuously developing innovative strategies to accelerate the process of economic recovery in Probolinggo city," said Budi. (alfien_tr)

BAGIKAN