PPNI KOTA PROBOLINGGO BERHASIL PECAHKAN REKOR MURI MELALUI BHD

2019-2020

MAYANGAN - Capaian luar biasa dilakukan Persatuan Perawat Nasional (PPNI) Kota Probolinggo atas prestasinya memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada 200 orang awam khusus. Capaian ini melebihi target DPD PPNI Jawa Timur. Kini total BHD seluruhnya adalah 20 ribu orang se Jawa Timur.

Hal inilah menjadikan PPNI Kota Probolinggo layak mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

IMG 20200315 WA0017Dalam rangka memperingati HUT ke 46 PPNI Tahun 2020 DPD PPNI Kota Probolinggo menggelar acara terbuka yakni memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Minggu (15/3) pagi. Acara yang melibatkan perawat se kota itu dibuka langsung Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin diwakilkan oleh Sekda drg. Ninik Ira Wibawati. Turut pula hadir anggota forkopimda, ketua DPD PPNI Kota dan Camat Layangan M. Abas.

"Bukan semata-mata untuk memecahkan rekor MURI, hal ini dilakukan sebagai dedikasi perawat untuk memberikan edukasi agar bermanfaat bagi orang-orang disekitar kita dan masyarakat Kota Probolinggo khususnya," ucap Agus Tri Wahyudi, Ketua DPN PPNI Kota Probolinggo dihadapan lebih kurang 200 orang perawat yang datang dengan menggunakan training warna merah hati.

Ya, saat ini Indonesia mengalami wabah Covid-19 (Corona Virus Disease-19). Untuk itu, kita berupaya memerangi Covid-19 salah satunya memberikan edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada awam khusus terbanyak. Seperti Pola Hidup Bersih dan sehat (PHBS).

"Cuci tangan sebelum makan, menggunakan masker saat flu, tutup mulut dengan tisu saat bersin, makan-makanan yang bergizi, jaga jarak 2 meter dari orang bersin. Itulah PHBS dari diri kita sendiri," ujar Agus memaparkan PHBS dengan semangat.

IMG 20200315 WA0016Kegiatan lain yang dilakukan PPNI se kota pada pagi itu adalah mencontohkan simulasi pada seseorang saat jatuh secara mendadak.  Simulasi ini dilakukan dengan menekan dada pasien sebanyak hitungan 3x30 detik, pasien yang menjadi contoh tersebut adalah sebuah bantal yang diletakkan di atas alas kertas putih. Aksi  di Jalan Suroyo itu menjadi perhatian masyarakat yang datang menyaksikan aksi PPNI Kota.

"Kegiatan ini sangat bagus sekali karena kita memberikan ilmu kepada masyarakat, harapannya perawat dapat menjadi garda terdepan awam khusus (Pol PP, Damkar, Tagana, PMR, Mahasiswa Kesehatan dan juga SMA Kesehatan). Perawat Hebat, Masyarakat Sehat," harap Ninik.  (dewi)

 

The Indonesian Nurse Association (PPNI) of Probolinggo city has made a great achievement by giving dissemination on Basic Life Support (BHD) to 200 common people. It outreached the target of East Java PPNI for the city as the provincial side has recorded giving dissemination of BHD to 20 thousand people in total.

The number reached by Probolinggo city’s PPNI has earned the association an award for breaking the MURI record.

In commemorating the 46th anniversary of PPNI, the association held the event on Sunday (15/3). The event involving the nurses throughout the city was opened by Regional Secretary drg. Ninik Ira Wibawati, with a member of Forkopimda, the chairman of PPNI, and the head of Mayangan Sub-district, appeared to attend the event.

“It’s not solely for breaking MURI record, but a dedication of the nurses to give education for the people,” the chairman of Probolinggo city PPNI, Agus Tri Wahyudi said before 200 nurses attending the event, wearing maroon training pants.

Amid the global pandemic, coronavirus Covid-19, Indonesia is making all efforts in fighting against the virus by giving education of Basic Life Support (BHD) to the people. This includes adopting Clean and Healthy Lifestyle Behavior (PHBS).

“Wash your hands before having a meal, wearing a mask when you have influenza, covering your mouth with a tissue when sneezing, eat nutritious food, and maintain 2 meters away from sneezing people. That’s PHBS we have to adopt,” Agus said as he presented the material of PHBS.

The association has also held another event on the same day. They gave a simulation of a person who is suddenly unconscious. The simulation is carried out by pressing the patient’s chess for 3x30 seconds, using a pillow to replace the patient’s chess. The simulation has attracted the people coming to the event.

“It’s a great event that we can give education to the people. We hope the nurses to be the front guard for the people. Great Nurse, Healthy People,” Ninik said. (alfien_tr)

BAGIKAN