SATGAS APRESIASI KESADARAN WARGA JALANI TES COVID 19

2019-2020

KANIGARAN – Setelah sempat zero pasien COVID 19 yang dirawat di RSUD dr Mohammad Saleh selama dua hari (18-19/6), Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID 19 Kota Probolinggo dr Abraar HS Kuddah menginformasikan perkembangan baru. Pada 20 Juni 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID 19 bertambah 10 orang.

“Sembilan orang dirawat di RSUD dr Mohammad Saleh, sedangkan satu pasien dirawat di Surabaya. Semua pasien dalam kondisi stabil,” terang dr Abraar saat video conference (vidcon) didampingi Plt Kepala Dinkes P2KB dr NH Nidayati, Sabtu (20/6) sore.

2006 Peta COVID 19 prob perkel210 pasien baru itu antara lain 1 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) beralamat di Kelurahan Triwung Kidul yang sudah dirawat di RSUD dr Mohammad Saleh; 4 OTG (Orang Tanpa Gejala) yang sebelumnya diisolasi di rusunawa dari Kelurahan Mayangan;  2 OTG dari Kelurahan Curah Grinting dan Kanigaran; 1 pasien dari Kelurahan Triwung Kidul, 1 dari Kelurahan Wiroborang dan 1 dari Kelurahan Jati yang baru pulang dari Kalimantan. Mereka berasal dari klaster hasil tracing pasien DBD yang sudah sembuh, klaster Kalimantan dan Kabupaten Probolinggo.

“Pekerja dari Kalimantan ini datang ke Kota Probolinggo, secara sadar melakukan rapid test secara mandiri dan hasilnya reaktif dibawa ke rusunawa. Setelah swab keluar baru saja hasilnya confirm positif,” ungkap dr Abraar.

Selain merawat 9 pasien baru, RSUD dr Mohamad Saleh juga merawat 4 pasien kiriman dari luar daerah yaitu Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Surabaya dan Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Jubir sekaligus Plt Direktur RSUD dr Mohammad Saleh ini menjelaskan, memang beberapa hari lalu kabar sangat menggembirakan bahwa di RSUD setempat zero pasien COVID 19 dan hanya ada yang dirawat di Surabaya. “Zero bukan berarti kita semua harus lalai. Bertambahnya pasien ini bukan suatu aib. Artinya, masyarakat Kota Probolinggo semakin sadar dengan adanya COVID 19 mereka mau melakukan tes sendiri dan mau mengikuti prosedur kesehatan sampai terbukti hasil swab confirm positif,” bebernya.

dr Abraar menuturkan, stigma masyarakat bahwa pasien COVID 19 adalah aib harus berubah. Pasien COVID 19 bukan untuk dijauhi, yang dijauhi adalah virusnya. Caranya menjauhi adalah disiplin melakukan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mohon kesadaran dari warga Kota Probolinggo yang semakin baik ini bisa diajak kerja sama. Dengan pro aktif datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri. Tidak perlu takut. Cara ini lebih mudah bagi kami untuk segera melakukan tracing dan terapi,” ungkap dokter spesialis bedah pecinta motor gede (moge) ini.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes P2KB dr NH Hidayati menambahkan cara terpenting memutus mata rantai penyebaran COVID 19 melalui testingtracingtreatment serta isolasi.

“Ini membutuhkan kerja sama masyarakat agar tetap disiplin memakai APD (Alat Pelindung Diri). Untuk masyarakat pakai masker, cuci tangan dengan sabun, menyiapkan hand sanitizer dan tetap di rumah saja,” tegas dr Ida dalam vidcon yang diikuti awak media sekaligus live di akun medsos Pemerintah Kota Probolinggo. (famydecta)

 


After declaring to have zero COVID-19 patients treated at regional hospital RSUD dr Mohammad Saleh for the last couple days (18-19/6), the spokesperson of Probolinggo city’s COVID-19 task-force team, dr Abraar HS Kuddah has released a new update. On June 20, 2020, ten (10) new people have been confirmed positive for coronavirus.

 

“Nine (9) patients are being treated at RSUD dr Mohammad Saleh, one treated in Surabaya. All are in good health condition,” said dr Abraar in a video conference, accompanied by Acting Head of Health Agency dr NH Hidayati on Saturday (20/6).

10 new patients involve 1 PDP (Patient under Supervision) from Triwung Kidul urban village who has been treated at RSUD dr Mohammad Saleh; 4 asymptomatic who were previously under isolation at a low-cost apartment in Mayangan urban village; 2 asymptomatic from Curah Grinting and Kanigaran urban village; 1 patient from Triwung Kidul urban village, 1 from Wiroborang urban village, and another one from Jati urban village who just got home from Kalimantan. They are classified into different clusters.

“A worker has just got home from Kalimantan, having an independent rapid test. The result was reactive and he was under isolation at a low-cost apartment. The swab result has just come out, and it was confirmed positive,” dr Abraar revealed.

Besides treating 9 new patients, the regional hospital is treating other COVID-19 patients from other towns (Nguling sub-district, Pasuruan regency; Surabaya, and Dringu sub-district, Prooblinggo regency).

The spokesperson who is also the acting director of RSUD dr Mohammad Saleh explained, the hospital was indeed treating zero COVID-19 patients. “Zero patient does not make us reckless. This (newly confirmed patients) is not a disgrace. It means that the residents are getting aware of the virus by getting an independent test and willing to follow the procedure until it was declared to be confirmed positive,” he explained.

dr Abraar said a stigma attached to COVID-19 patient must be removed. COVID-19 patients should not be alienated. The virus is instead what people need to avoid. This can be done by maintaining the discipline of health protocols in daily life.

“We ask the people to be more cooperative to combat COVID-19 pandemic by actively coming to a health facility to have a health examination. No need to be afraid. In this way, it’s easier for us to do tracing and therapy,” the surgeon revealed.

Meanwhile, acting head of Health Agency dr NH Hidayati added that the best way to stop the chain of COVID-19 transmission is by implementing 3T procedure, namely testing, tracing, treatment, and isolation.

“This needs people’s contribution to remain disciplined. People must wear a mask, wash hands with soap, use hand sanitizer, and stay at home,” dr Ida said. (alfien_tr)

BAGIKAN