WALI KOTA PROBOLINGGO HABIB HADI APRESIASI GERAKAN WAKAF PEDULI INDONESIA

2019-2020

KANIGARAN - Merespon bencana COVID 19 yang sampai dengan saat ini (8/7), masih mewabah, baik secara kesehatan maupun secara ekonomi, Badan Wakaf Indonesia (BWI) melaksanakan soft launching gerakan Wakaf Peduli Indonesia (KALISA), dari Kantor Pusat Bank Jatim Syariah, Surabaya. Peluncuran program tersebut bekerja sama dengan Bank Jatim Syariah.

Di Kota Probolinggo, acara ini dihadiri secara virtual oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, didampingi Sekretaris Daerah drg Ninik Ira Wibawati, Pimpinan Cabang Bank Jatim Probolinggo Wawan B.R, Kabag Administrasi Perekonomian Wawan Soegiantono, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Agus Dwiwantoro dan Plt. BPPKAD Heri Astuti.

IMG 20200708 WA0083KALISA merupakan program penggalangan wakaf uang dari masyarakat, korporasi, maupun institusi lainnya untuk ditempatkan pada instrumen SBSN dan/atau Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Pemanfaatan dari program itu akan disalurkan untuk membiayai kebutuhan penanganan COVID-19 di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial ekonomi.

Ditemui usai acara, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, KALISA adalah suatu terobosan dan langkah nyata yang luar biasa di tengah kondisi pandemi, untuk membantu dan menjamin perlindungan hidup bagi warga masyarakat ekonomi lemah, yang terdampak kondisi darurat.

“(Kalisa) terobosan baru yg sangat luar biasa dan perlu kita support, serta bisa berperan banyak dalam membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang tertarik dengan program ini, bisa berkontribusi dalam program ini dengan berkoordinasi melalui pihak yang telah ditunjuk, dalam hal ini Bank Jatim.

Dirut Bank Jatim Cabang Probolinggo Wawan B. R, menerangkan bahwa pengajuan wakaf bisa diikuti oleh masyarakat melalui dua skema wakaf. Pertama, katanya, masyarakat bisa mewakafkan uang secara sementara dalam jangka waktu tertentu dan setelahnya, uang wakaf akan dikembalikan. Atau skema yang kedua, masyarakat mewakafkan uangnya untuk selamanya. Karena wakaf abadi, uang wakaf tidak dikembalikan.

“Untuk lebih jelasnya, (masyarakat) bisa datang ke cabang Bank Jatim yang ada di Wiroborang,” ujarnya.

Sementara itu, hasil dari pengelolaan wakaf Program KALISA nantinya akan disalurkan untuk darurat ventilator, yang merupakan sebuah program pengadaan ventilator di rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan pasien COVID-19.

Selain itu, penyaluran hasil pengelolaan wakaf diberikan bagi orang tua mahasiswa pra-sejahtera yang terdampak sosial ekonomi oleh pandemi COVID-19. Dan terakhir, bantuan tunai diberikan pada ulama yang ada di pedalaman.

Dari soft launching yang berlangsung selama 2 jam itu, diketahui, Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh dalam laporannya mengatakan bahwa peluncuran KALISA merupakan implementasi dari Surat Edaran Kementerian Agama No.8 Tahun 2020 yang berisi arahan mengoptimalkan wakaf untuk membantu memfasilitasi pengadaan sarana, peralatan dan obat-obatan serta menjadi jaminan perlindungan hidup bagi masyarakat ekonomi lemah yang terdampak kondisi darurat penanganan Covid-19. Serta upaya  untuk  membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“KALISA untuk membantu memfasilitasi pengadaan sarana, peralatan dan obat-obatan serta menjadi jaminan perlindungan hidup bagi masyarakat ekonomi lemah yang terdampak langsung ataupun tidak,” katanya. Soft launching program KALISA dihadiri langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak dan Direktur Utama Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha serta sejumlah pejabat lainnya. (Sonea)

 


As the COVID-19 pandemic is still accelerating, disrupting Indonesian health and economy, the Indonesian Waqf Board (BWI) held a soft launching on a program called Wakaf Peduli Indonesia (KALISA), at the headquarters of Bank Jatim Syariah, Surabaya.

In Probolinggo city, the virtual event was attended by Probolinggo Mayor Hadi Zainal Abidin, Regional Secretary drg Ninik Ira Wibawati, the Management of Bank Jatim Probolinggo, Wawan B.R, head of Economy Administration Department Wawan Soegiantoro, head of Social Welfare Department Agus Dwiwantoro, and the acting head of Revenue, Financial Management, and Asset Agency Heri Astuti.

KALISA is a program collecting funds from the people, corporations, and other institutions to be handed out to SBSN instrument and/or Sharia Financial Institution as Cash Waqf Recipients (LKS-PWU). The funds will then be distributed to help the COVID-19 handling in health, education, and social economy.

Probolinggo Mayor Habib Hadi Zainal Abidin said Kalisa is a breakthrough and an extraordinary move amid the pandemic, to help poor people, those impacted by the emergencies of COVID-19.

“(KALISA) a significant breakthrough we need to support. It can give more benefits in helping those impacted by COVID-19,” he said. He added, people interested in the program can give a contribution by making coordination with the appointed institution, which is Bank Jatim.

Probolinggo Bank Jatim Director, Wawan B.R said that waqf submission can be made in two scheme of waqf. They can hand out waqf in cash temporarily with the condition that it can be returned, or they can hand out waqf in cash forever with no return option.

“For detailed information, people can make coordination with Bank Jatim branch located in Wiroborang,” he said.

Meanwhile, waqf management of KALISA program will be used for the emergency ventilator, a program of providing ventilator for COVID-19 hospitals.

Besides, the distribution will be handed out to the parents of college students who are impacted by COVID-19. And, a cash aid will also be distributed to ulema in rural areas.

The Chairman of BWI, Mohammad Nuh, in his report, said the soft lanching of KALISA is an implementation of Circular Letter of Religious Affairs Ministry No. 8 of 2020 telling to optimize waqf to provide facilities and medicines and help poor people impacted by COVID-19. This is also an effort made by the government in combating the COVID-19 pandemic. 

“KALISA is made to help to provide facilities, medicine, and to help poor people impacted by COVID-19,” he said. The soft launching was also attended by East Java Vice Governor Emil Elistianto Dardak and Director of Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha, and other officials. (alfien_tr)

BAGIKAN