Bahas Kesiapsiagaan Bencana di Rakor Penanganan Konflik Sosial

2022

KANIGARAN – Bakesbangpol menggelar Rapat Koordinasi (rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial bulan Oktober. Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin memimpin rakor yang diikuti oleh jajaran Forkopimda, Sekda drg.Ninik Ira Wibawati serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Probolinggo. Rakor dilaksanakan secara luring dan daring, Rabu (19/10) pagi, di Command Center kantor wali kota.

Mengawali rakor, wali kota menjelaskan secara umum situasi kondisi Kota Probolinggo terpantau aman dan kondusif. Namun, ada beberapa catatan yang disampaikan salah satunya adalah langkah antisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga bahan pokok di pasaran. "Tentang masalah harga di pasar dan ketersediaan stok di pasar yang tercukupi, untuk melakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi kenaikan-kenaikan harga yang tidak terkendali," katanya.

Selain itu, menyikapi musim hujan yang akan segera tiba. Wali kota berpesan kepada perangkat daerah terkait agar melakukan pemetaan wilayah yang rentan terjadi bencana banjir. "Kita harus mengantisipasi dan memetakan wilayah mana yang langganan atau terbiasa terdampak adanya curah hujan yang tinggi di wilayah tertentu, saya minta kepada PD terkait, kepada camat, lurah serta RT/RW," pesan Habib Hadi.

Selanjutnya, mengenai penanganan penyebaran Covid-19 dan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Habib Hadi mengingatkan untuk segera menuntaskan pelaksanaan vaksin di lapangan. "Walaupun masih belum hilang jadi kita tetap harus woro-woro ke masyarakat untuk vaksin yang belum vaksin, untuk melakukan cek kesehatan. Selain itu juga tentang adanya  vaksinasi PMK, tentunya ini harus terus dilakukan oleh Dinas Pertanian supaya betul-betul aman dan clear sehingga tidak ada lagi kekhawatiran," tambah wali kota.

Sementara itu, menanggapi pernyataan wali kota tentang mitigasi bencana banjir. Dandim 0820 Letkol Arh. Arip Budi Cahyono juga sepakat agar dalam waktu dekat jajaran TNI, Polri dan Pemkot Probolinggo segera menggelar apel kesiapsiagaan personil dan peralatan pendukung. "Jadi ini nanti kita sarankan dalam waktu dekat mungkin nanti kita akan melaksanakan apel kesiapsiagaan dengan melibatkan seluruh komponen baik itu TNI, Polri maupun dari Pemerintah kota," kata dandim.

Berkenaan dengan dampak adanya musim penghujan. Mewakili Kajari Kota Probolinggo, Kasi Tindak Pidana Khusus Guntur Gani Prakoso memberikan nasihat kepada perangkat daerah yang memiliki proyek infrastruktur agar memperhatikan target penyelesaian pekerjaan infrastruktur. "Terkait dengan adanya musim hujan untuk PD-PD yang memiliki proyek fisik agar waspada menghindari adanya deviasi negatif agar proyek bisa berjalan tepat waktu," terang Guntur.

Mewakili Kapolresta, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Jamal juga menegaskan pernyataan wali kota sebelumnya, perihal kondisi di Kota Probolinggo yang relatif aman. Hal tersebut dibuktikan dengan turunnya angka kriminalitas khususnya pada kasus curanmor.

"Wilayah Kota Probolinggo aman terkendali, memang situasi aman, bahwa data yang ada di kami terkait dengan kejadian-kejadian kriminalitas khususnya curanmor dalam 3 bulan ini turun secara signifikan," tegasnya.

Berikutnya, merespon aduan masyarakat melalui kepolisian tentang adanya praktik penjualan pupuk bersubsidi di atas ketentuan HET (Harga Eceran Tertinggi). Kepala Pengadilan Negeri Probolinggo Yusti Cinianus Radjah menegaskan jika terindikasikan terjadi pelanggaran pidana, bisa dilakukan penindakan. Menutup rakor, wali kota mengajak komitmen bersama untuk bersinergi dan berkolaborasi menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan. (dp/fa)

BAGIKAN