Silaturrahim ke Ulama, Habib Hadi Minta Doa Untuk Kota Probolinggo

2022

PROBOLINGGO - Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin lakukan roadshow silaturrahmi seraya menyalurkan bantuan Probolinggo Taqwa Kyai di 5 kecamatan bersama para ulama, Kamis (28/4).

Rombongan mengawali silaturahmi di kediaman KH. Said Munir Gazali, di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Kelurahan Jrebeng Lor Kecamatan Kedopok.

Lokasi kedua, di kediaman Kyai Zubaidi, di Kelurahan Pakistaji Kecamatan Wonoasih. Berlanjut ke kediaman KH. Kholiq, di lingkungan Ponpes An Nahdliyyah Kelurahan Triwung Kidul Kecamatan Kademangan. Lalu ke KH Hasani, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran.

Selanjutnya, rombongan Wali Kota Habib Hadi yang tampak didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Probolinggo Agus Dwi Wantoro, Kepala MUI Kota Probolinggo Kyai Irsyad, Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Agus Saifudin, Camat dan Lurah setempat, bergeser ke kediaman H. Abdullah Darmo, di Kelurahan Mayangan.

Dan lokasi terakhir, wali kota menemui alim ulama perwakilan Muhammadiyah di Rumah Dinas Wali Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman Nomor 1.

Habib Hadi dalam sambutannya mengatakan, hal tersebut perlu dilakukan dalam rangka menjaga komunikasi dan interaksi yang baik, sebagai bentuk sinergitas dan kedekatan yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo dengan para Kyai dan alim ulama, serta dapat meningkatkan Ukhuwah Islamiyah.

Kegiatan itu sendiri merupakan agenda rutin jelang Idul Fitri yang dilakukan pemkot. Namun karena kondisi masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga silaturahmi pun sempat dinonaktifkan. Dan baru tahun ini hal itu dapat kembali dilakukan secara bersama dengan sejumlah kyai sepuh.

“Tentunya kegiatan ini memang merupakan kegiatan reguler yang biasa kita lakukan. Kegiatan seperti ini adalah ajang silaturrahim keliling dan memang sudah lama (tidak diaktifkan)  dikarenakan ada faktor pandemi. Ke depan ketika suasana sudah kondusif, maka aktivitas sudah bisa dilakukan secara normal kembali,” kata wali kota.

Ia juga menyampaikan bahwa jalinan sinergitas itu dibangun tidak hanya pada tataran konsep dengan stakeholder kepemerintahan saja tetapi yang lebih penting dengan para kyai dan ulama.
 
“Kyai dan ulama tanpa pemerintah tidak bisa berjalan seirama, begitu pula dengan pemerintah tanpa masukan-masukan para kyai dan ulama juga tidak bisa. Jadi memang sudah seharusnya saling bersinergi biar saling menyatu. Kyai dan ulama bisa berpendapat banyak hal dengan pendekatan persepektif keagamaan maupun problem sosial guna meningkatkan pembangunan di wilayah Kota Probolinggo,” terangnya.

Tak kalah penting dalam silaturahmi ini, ia menambahkan, adalah meminta doa dan dukungan terhadap upaya yang dilakukan oleh Pemkot Probolinggo dapat terwujud tanpa menemui kendala yang berarti.

“Atas nama Pemkot Probolinggo kami sangat mengapresiasi kehadiran para kyai dan ulama dalam silaturahmi pada hari ini. Semoga silaturahmi ini dapat membawa keberkahan bagi umat dan negara khususnya di Kota Probolinggo,” harapnya.

Habib Hadi menerangkan, beberapa kebijakan dan cita-citanya pada masa kampanye dalam kurun 3 tahun kepemimpinannya ini, hampir semua dapat diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Probolinggo secara luas.

Sementara saat ini, katanya, proses yang masih berjalan adalah pembangunan rumah sakit Ar-Rozi di wilayah selatan kota. “Pembangunan rumah sakit nekah sudah jalan. Kawuleh nyo’on sambung du’ennya (Saya meminta doanya). Mandher moggeh (Semoga) akhir tahun nekah ampon (ini sudah) selesai. Sehingga di tahun 2023 awal atau pertengahan, sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Ia berpesan, agar para kyai ini dapat menjaga umat dan lingkungannya supaya tentram dan kondusif dan tak ada perpecahan di bidang keagamaan. Dan yang paling penting, menurutnya, adalah mendoakan Pemkot Probolinggo khususnya dibawah kepemimpinannya agar selalu istiqamah menjalankan program demi kemaslahatan umat, khususnya di bidang agama.

Adapun giat di bidang keagamaan yang telah dilakukan Pemkot Probolinggo, antara lain pengambil alihan proses pembayaran tagihan listrik hingga pemenuhan air bersih di lingkungan masjid.

Mekpola (Mungkin) di lingkungan kyai nekah bedeh masjid-masjid se gitak e serah aggih dek ka (ada masjid yang belum menyerahkan ke) Pemkot mengenai pembayaran listriknya, segera diurus agar bisa ditanggung. Terus mekpola bedeh aeng se tak normal, nekah mbik kawuleh e berik saluran aeng deri (mungkin ada aliran air yang tidak normal, kami berikan fasilitas air dari) PDAM, gratis ditanggung pemerintah kabbi (semua),” jelasnya.

Terakhir, wali kota didampingi petugas dari Dinas Kesehatan, Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes, P2KB) memberikan pelayanan cek kesehatan secara gratis. Tak hanya Dinkes, P2KB,  bersama Baznas, Habib Hadi juga memberikan penghormatan  pada para marbot masjid dan para peghafal qur’an berupa bantuan uang tunai yang terdiri dari huffadz dan marbot di Kecamatan Kedopok 26 orang, Kecamatan Wonoasih 20 orang, Kademangan 24 orang, Mayangan 9 orang dan di rumah dinas sebanyak 13 orang. Sehingga total jumlah penerima manfaat sebanyak 92 orang. (ne/alf)

BAGIKAN