Manfaatkan Liburan Sekolah dengan Gelaran Gebyar Kreasi Literasi Anak

2022

MAYANGAN - Budaya literasi di masyarakat yang masih rendah berdasarkan survei Provinsi Jawa Timur 2022, menginisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo untuk menggelar Gebyar Kreasi Literasi Anak, Kamis (29/12) di Aula Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda).

Acara gebyar ini dimulai tanggal 26-30 Desember besok dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar kelas 1-6 Sekolah Dasar sebanyak 40 orang siswa. Giatnya meliputi menulis surat untuk ibu, bercerita, membuat buket snack, membuat gantungan kunci, decoupage dan semuanya terselenggara secara gratis.

“Sekarang ini momen liburan anak-anak sekolah tentunya Perpusda harus bisa menarik kedatangan mereka untuk mengunjungi perpustakaan. Karena anak-anak sekolah ini belum tentu tahu atau pun berkunjung ke Perpusda. Melalui momen libur anak sekolah inilah, Perpusda mengadakan kegiatan-kegiatan untuk anak-anak sekolah,” tutur Plt. Sekdis Disperpusip Retno Widosari.

Hal ini sejalan dengan program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bahwa perpustakaan harus bertransformasi berbasis inklusi sosial. “Perpusda mengambil peran untuk bertransformasi agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat kalangan digital. Kebutuhan masyarakat harus diakomodir di perpustakaan ini dengan syarat harus menjadi anggota perpustakaan. Mulai pertengahan tahun ini, kami sudah melaksanakan program perpustakaan transformasi berbasis inklusi sosial,” jelas Retno.

Diakui oleh Retno, menurut survei Provinsi Jawa Timur 2022, budaya membaca masyarakat masih rendah di kisaran angka 56 persen dari total penduduk se-Jawa Timur. Untuk itu dirinya membagikan tips agar kita dapat menumbuhkan minat baca di rumah dan di sekolah.

“Untuk masyarakat terutama orang tua agar dapat menumbuhkan minat baca anak dengan memberi kegiatan membaca di rumah. Misanya akan tidur bisa bercerita/mendongengi anak, bangun tidur anak-anak diwajibkan membaca buku pelajaran/berita-berita. Dan di sekolahan bisa diadakan kegiatan literasi seperti merangkum, membaca buku pelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai, perlombaan di hari-hari tertentu seperti lomba bercerita (mendongeng), lomba baca puisi, lomba pidato, dan sebagainya,” terangnya.

Karya kreasi literasi anak ini kemudian ditampilkan di depan Bunda Literasi Aminah Hadi. Tak ketinggalan putrinya, Ayra mempersembahkan surat terbuka untuknya di momen spesial Peringatan Hari Ibu ke-94 itu. Tak hanya siswi kelas 5 MI Muhamadiyah 1 tampil di depan, dua orang siswa lainnya pun ikut mempersembahkan surat terbuka untuk ibunya.

Aminah Hadi mengingatkan para orang tua untuk bisa menjadi guru pertama bagi putra-putrinya. “Karena seorang ibu mempunyai peran yang sangat penting untuk menumbuhkan budaya literasi dalam keluarga. Seiring perkembangan keperibadian dan karakter anak, mendekatkan buku kepada anak menjadi sesuatu yang sangat penting. Bahkan hal itu dianjurkan untuk dimulai sejak anak dalam kandungan,” tuturnya.

Tak dipungkiri olehnya bahwa liburan sekolah membuat para orang tua kebingungan mengisi kegiatan baik untuk anak-anaknya. Untuk itu ia mengajak para orang tua mendatangi Perpusda mengenalkan budaya literasi. “Perpustakaan Umum pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan saat ini telah bertransformasi menjadi ruang publik tempat berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual dan melatih kecakapan serta ketrampilan. Diharapkan nantinya melalui beragam kegiatan yang ada di sini, Perpustakaan Umum bukan hanya sebagai pusat informasi, namun juga sebagai tempat dalam pengembangan diri masyarakat khususnya anak-anak,” harapnya.

Menurutnya, banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu libur seperti saat ini. “Tentu berada di rumah saja menjadi sangat tidak bervariasi dalam mengisi liburan, apalagi kalau hanya bermain gadget dijadikan sebagai kegiatan utama. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, karena mereka akan kehilangan waktu untuk saling bersosialisasi dengan lingkungannya.  Untuk itu anak-anak perlu diberi atau diperkenalkan berbagai kegiatan lain yang akan membuat masa libur mereka menjadi bervariasi,” pungkasnya. (DY/pin)

BAGIKAN