Nuzulul Qur'an Jadi Momentum Tingkatkan Iman dan Taqwa

2022

MAYANGAN – Peringatan Nuzulul Quran 1443 H kali ini menghadirkan penceramah sekaligus pengasuh pondok pesantren Sabilun Najah Kabupaten Bojonegoro yakni KH. Achmad Anwar Zahid. Dengan mengusung tema Al Quran sebagai pedoman hidup untuk menjadi manusia yang lebih baik, bersihkan hati, tekadkan diri menjadi umat yang berakhlak Qurani untuk menggapai rida Ilahi, acara ini digelar di Masjid Agung Raudlatul Jannah, Rabu (20/4) dan disiarkan langsung melalui akun sosial media dan radio Pemkot Probolinggo. 

Turut hadir dalam pengajian akbar kali ini Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, anggota Forkompimda Kota Probolinggo, serta sejumlah pejabat terkait. Di depan ribuan jamaah pengajian baik secara langsung maupun daring, Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin mengucapkan terima kasih atas kekompakan warga Kota Probolinggo dalam melewati masa Pandemi Covid 19. 

"Pemerintah Kota Probolinggo khususnya kepada warga Kota Probolinggo, menyampaikan terima kasih atas kekompakan semuanya yang mana kita dalam situasi kondisi pandemi covid 19, Alhamdulillah sudah 2 hari ini Kota Probolinggo sudah tidak ada lagi yang terkonfirmasi positif, mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan," terang wali kota.

Dirinya juga menyampaikan permohonan doa dan dukungan masyarakat untuk kelancaran seluruh program kebijakan Pemkot Probolinggo, diantaranya subsidi listrik gratis bagi tempat ibadah dan pembangunan Rumah Sakit Ar Rozy. "Dan tentunya dalam kesempatan ini pula saya mohon doanya yang mana sudah kita mulai tahun ini yaitu pembangunan Rumah Sakit Ar Rozy, mudah-mudah berjalan dengan lancar," pinta Habib Hadi.

Wali Kota Habib Hadi berharap melalui pengajian akbar ini, masyarakat dapat mengambil hikmah sebagai modal pedoman hidup. "Kita ikuti, kita simak bersama tausiah, mudah-mudahan bisa kita petik hikmahnya dan bisa menjadi pedoman untuk kehidupan kita sehari hari," harapnya. 

Melanjutkan agenda pengajian akbar, KH Achmad Anwar Zahid membuka tausiahnya dengan turut mendoakan permohonan wali kota bagi keselamatan masyarakat Kota Probolinggo. "Mudah-mudahan apa yang menjadi program dan kebijakan-kebijakan beliau senantiasa diridai oleh Allah SWT, semoga beliau diberikan kekuatan untuk mengantarkan Kota Probolinggo ini makin manfaat, barokah untuk umat," ungkap KH Achmad.

Dai yang dikenal dengan ceramahnya yang segar dan humoris itu, kali ini mengusung topik tausiah tentang 3 keunggulan dalam bulan Ramadan. "Saya ingin menguraikan beberapa hal, setidaknya Bulan Ramadan ini memiliki 3 keunggulan yang tidak terdapat pada bulan-bulan yang lain," tegasnya. 

Adapun ketiga keunggulan tersebut antara lain sebagai bulan yang dipilih oleh Allah SWT menjadi bulan diturunkannya Al Quran. Kedua, sebagai bulan yang memiliki ibadah khusus yakni puasa Ramadan dan berikutnya adalah sebagai bulan yang memiliki 1 malam yang istimewa yaitu malam lailatul qadar.

Apresiasi juga disampaikan oleh KH Achmad Anwar kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang telah menetapkan anggaran khusus untuk memuliakan para penghafal Al-Quran. "Saya salut, Pak wali kota luar biasa, jadi para hafidzul Quran di Kota Probolinggo ini ada anggaran rutin untuk hafidzul Quran, salah satu bentuk memuliakan hafidzul Quran," jelasnya.

Ustadz kelahiran Bojonegoro tahun 1974 itu mengamati maraknya fenomena turunnya kualitas ibadah di penghujung bulan Ramadan. Untuk itu dirinya menekankan agar selalu menguatkan iman dan takwa.  "Nah iman itu penting, iman itu pondasi utama dalam kehidupan, iman itu sangat penting, siapapun kalau dasarnya iman mesti jadi orang baik," lanjutnya.

Tidak hanya pengajian akbar, peringatan Nuzulul Quran ini juga diisi dengan agenda khotmil Quran di 15 titik yang digelar oleh Baznas Kota Probolinggo serta pemberian tali asih untuk para hafidz/hafidzah, yatim piatu dan marbot masjid di wilayah setempat. (dw/alf) 

BAGIKAN