Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Tiga Pilar Gelar Apel Pasukan dan Peralatan

2023

KANIGARAN - Bertempat di depan Kantor Pemkot Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman No. 19, Senin (27/11) pagi digelar Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Antisipasi Bencana Hidrometeorologi. Apel dipimpin Sekda kota setempat drg. Ninik Ira Wibawati dengan peserta pasukan gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Dishub, Pol PP, Tagana, Damkar, BPBD, PMI, DPU PR dan KP, DLH dan relawan BPBD.

Sebelum apel dimulai terlebih dulu Sekda drg. Ninik Ira Wibawati, kepala perangkat daerah terkait, Dandim 0820 Letkol Heri Budiasto, Wakapolresta Kompol Subiyantana, camat se-kota dan Ketua PMI Mega Guntara meninjau untuk pengecekan personil dan sejumlah peralatan. Peralatan itu di antaranya ada lampu penerangan, mesin kapal (LCR), senso, mesin penyedot air, pemotong beton, peralatan rescue, makanan siap saji dan peralatan dapur.

Kemudian apel pun dimulai. Bertindak sebagai komandan apel Dandim Heri yang membacakan sambutan Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin. Dijelaskannya bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Mulai dari kesiapan personil, peralatan dan kendaraan sebagai antisipasi awal musim hujan yang berdampak pada bencana hidrometeorologi di wilayah Kota Probolinggo. “Dalam menghadapi potensi dan ancaman bencana hidrometeorologi, hendaknya diikutkan dengan kegiatan mitigasi, seperti bersih-bersih sungai, pemangkasan dan perapian pohon serta meningkatkan koordinasi dengan pendirian posko terpadu penanggulangan bencana dengan melibatkan TNI-Polri dan instansi terkait,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Dandim Heri juga berpesan pada elemen terkait untuk memperkuat kerjasama penanggulangan bencana antara instansi pengkajian kemampuan peralatan penunjang peringatan dini dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam melakukan standar operasional prosedur kepenanggulangan bencana. “Diharapkan setelah dilakukan kegiatan apel ini bisa siap, cepat dan tanggap dalam merespon potensi dan ancaman bencana di wilayah Kota Probolinggo serta menilai fungsi dan peran masing-masing sesuai dengan tugas dan kewenangannya,” jelasnya.

Menurutnya, penanganan bencana adalah tanggung jawab semua pihak karena itu penting untuk membangun kesadaran bersama. Bahwa keselamatan masyarakat menjadi faktor yang utama sehingga kita harus lebih tangguh dalam menghadapi bencana. “Masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, kesiapsiagaan dan meningkatkan pengetahuan yang memadai dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” imbaunya.

Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat bisa melakukan mitigasi bencana secara dini yang pada akhirnya akan meminimalisir terjadinya korban. “Mari pertahankan dan senantiasa tingkatkan kiprah dan partisipasi semua komponen yang ada dalam upaya penanggulangan bencana secara proporsional sesuai eksistensinya masing-masing. Sebab pada hakikatnya bencana adalah urusan bersama untuk kemanusiaan,” serunya.

Di akhir sambutan, Dandim Heri menyelipkan sepatah pesan pribadinya untuk pasukan gabungan itu. “Kita aparat itu mempunyai tugas tanggung jawab untuk menjaga keselamatan masyarakat. Jadi apa yang kita laksanakan hari ini merupakan bagian dari itu (tugas dan tanggung jawab). Karena kita ada bisa seperti ini, saya kemudian dari unsur pemerintahan dan bu sekda, dari Polresta dan kalian semua ini adalah bentuk wujud bahwa kita itu siap untuk mengamankan masyarakat,” pesannya.

Ditemui usai apel, Sekda Ninik mengucapkan terima kasih atas sinergi yang dijalin dalam kesiapsiagaan bencana yang dilakukan oleh tiga pilar. “Beberapa tahun lalu Kota Probolinggo kedatangan banjir kiriman dari kabupaten, apakah early warning system (EWS) di wilayah Kota Probolinggo sudah berfungsi dengan baik. Dijawab oleh Kalaksa BPBD Sugito Prasetyo menjawab soal itu, bahwa untuk alat EWS sudah ia pasang di lima titik dan itu semuanya berfungsi dengan normal. “Dan beberapa waktu yang lalu bapak Kapolresta dengan unsur terkait juga sudah cek ke lapangan. Jadi semua alat sudah berfungsi dengan normal dan baik,” jawab Kalaksa Sugito. (dy/qie)

BAGIKAN