Bakal Pecahkan Rekor MURI, Ratusan Siswa Ikuti Pelatihan Membuat Meja Lipat

2023

KANIGARAN - Ratusan siswa SMK Ahmad Yani Probolinggo mengikuti pelatihan pembuatan meja lipat yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo berkolaborasi dengan PT. Kencana Maju Bersama dan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) Jawa Timur, Selasa (24/1) di halaman sekolah yang terletak di Jalan Mastrip.  

Ya, kegiatan ini disiapkan dalam rangka menyambut refleksi 4 tahun kepemimpinan Wali Kota Probolinggo yang diselenggarakan mulai tanggal 29-31 Januari 2023 di Alun-alun. Sekitar 7 SMK di Kota Probolinggo yang dilibatkan dalam pelatihan tersebut mulai tanggal 24 – 27 Januari 2023.

“Dari kegiatan ini akan kita upayakan untuk memecahkan rekor MURI dengan sejumlah 1000 siswa yang mengikuti pelatihan ini. Puncaknya di tanggal 31 Januari mendatang, sekitar 700 siswa di sekolah dan sisanya 300 siswa di Alun-alun untuk menyelesaikan pembuatan meja lipat ini,” terang Kepala DKUP, Fitriawati.

Fitriawati menambahkan sekitar 100 meja lipat nantinya yang akan diserahkan kepada para pedagang kaki lima (PKL) sehingga akan terlihat lebih tertib, nyaman dan berimbas pada peningkatan pendapatan. Ia berharap dari pelatihan ini para siswa akan mendapatkan tambahan ilmu dalam merakit baja ringan menjadi meja lipat yang dapat dimanfaatkan oleh PKL.

“Ini sebagai upaya dari pemerintah untuk memberi kesempatan kepada para siswa agar lebih kreatif, sehingga bisa membuat karya yang lebih baik karena tantangan ke depan semakin luar biasa. Sekaligus sebagai bekal bagi mereka,” ujarnya.

Sementara itu, instruktur utama HAPI Jawa Timur Bambang Roni menjelaskan, dari 7 SMK akan terbagi dalam 4 kelompok yang terdiri dari SMK A.Yani, SMKN 2, SMKN 4 dan SMK Taman Siswa, SMKN 1, SMK Muhammadiyah dan SMK Sore. Masing-masing kelompok sekolah ini akan mendapat 25 set material meja lipat sehingga diharapkan akan tercapai 100 unit meja lipat.

“Dari 270 siswa SMK A.Yani hari ini (24/1), akan dibagi menjadi 25 kelompok. Di dalam 1 kelompok terdapat 10 siswa yang dibagi lagi menjadi 3 tim kecil, maka ada 3 pekerjaan yang diharapkan mendapat penyelesaian lebih cepat. 2 tim mengerjakan kaki mejanya, 1 tim untuk mengerjakan alas mejanya,” bebernya.

Bambang menambahkan, meja lipat berbahan baja ringan tersebut berukuran 60 x 140 cm dengan tinggi 70 cm. “Dalam pelatihan ini diharapkan finishing pembuatan meja lipat mencapai 70 % karena nantinya penyelesaian 30 % saat puncak acara refleksi di tanggal 31 Januari mendatang. Sekitar 300 siswa di alun-alun dan 700 siswa di sekolah akan menyelesaikan memasang alas meja (plat sheed) dan pinggirannya serta engsel di kaki mejanya supaya bisa dilipat,” urainya.

Bambang berharap pelatihan ini bermanfaat bagi para siswa, terutama wawasan terkait konstruksi baja ringan. “Tentunya apa yang HAPI lakukan dan kami sampaikan disini bisa bermanfaat bagi para siswa. Sehingga lebih mengetahui tentang konstruksi baja ringan. Walaupun hal ini perdana bagi mereka, tetapi kami optimis mereka bisa menyelesaikannya,” harapnya.

Ditemui usai acara, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Wawan Soegyantono mengapresiasi antusiasme para siswa di SMK A.Yani dalam mengikuti pelatihan ini. “Saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya dari siswa-siswa SMK A.Yani dan HAPI dalam pelatihan ini sehingga meja lipat yang nantinya diperuntukkan bagi PKL benar-benar sesuai dengan ukuran dan bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Salah satu kelompok siswa yang diketuai Hari mengatakan, timnya siap untuk mengerjakan pembuatan meja lipat sesuai dengan ukuran yang diinginkan. “Kami diberi gambar serta ukurannya, tadi juga sudah diberi arahan. Kami bisa membuatnya menjadi meja lipat dengan presisi yang pas dan tidak miring-miring,” ungkapnya optimis. (mir/fa)

BAGIKAN