Buka Kejurprov VIII Sepatu Roda se Jawa Timur, Sekda Kota Probolinggo : Kobarkan Semangat Raih Prestasi, Junjung Sportivitas

2023

KANIGARAN - Tiga ratus peserta atlet sepatu roda dari 15 Kabupaten/Kota di Jawa Timur mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) VIII Sepatu Roda di Kota Probolinggo yang dilaksanakan di sirkuit terbuka Jalan Panglima Sudirman, Sabtu - Minggu (27-28/5).

Opening ceremony event bergengsi yang digelar mulai jam 7 pagi sampai jelang petang setiap harinya itu, dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati.

“Pesertanya kecil-kecil cabe rawit, penuh semangat lagi. Seneng saya (melihatnya),” katanya, ditemui pagi (28/5) tadi.

Dalam sambutannya, Sekda Ninik menyampaikan bahwa terbentuknya organisasi olahraga Pengkot Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) atas inisiatif klub-klub olahraga sepatu roda. Melalui klub-klub tersebut, lanjutnya, olahraga itu berkembang dan dapat mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang ada.

“Pemerintah Kota Probolinggo tentunya menyambut baik dan sangat menghargai atas terlaksananya event Kejurprov ke delapan, Sepatu Roda Se Jawa Timur ini,” ujarnya.

Wanita berkerudung itu berharap, dengan diadakannya kejuaraan ini di Kota Probolinggo, dapat menjaring atlet-atlet usia muda yang akan dipersiapkan menjadi atlet andalan di Jawa Timur di masa mendatang.

“Jadi adek-adek yang mewakili sekolah dan daerahnya ini, semangat ya. Ini merupakan potret, wadah untuk berkarya dan berprestasi. Kobarkan semangat untuk dapat meraih prestasi, dengan menjunjung tinggi sportivitas agar kejuaraan ini membuahkan prestasi membanggakan, baik individu maupun kontingen,” serunya.

Ninik menambahkan, dalam perkembangannya saat ini, sepatu roda adalah salah satu cabang olahraga berprestasi yang kompetitif. Di mana para atlet dituntut untuk berlatih lebih keras, agar dapat mencapai performance terbaik di setiap pertandingan yang diikuti.

“Untuk itu, dukungan dari semua pihak sangat diperlukan, terutama pemerintah daerah yang menyediakan semua fasilitas bagi atlet dalam proses latihan untuk mencapai prestasi yang optimal,” tegasnya.

Pengelolaan pembinaan berjenjang, menurutnya, merupakan proses yang perlu diperhatikan dengan serius dalam penjaringan atlet yang akan dibina, untuk meningkatkan prestasi yang optimal.

Di mana sejak usia dini, pra remaja, remaja dan dewasa, pembinaan diharapkan dapat memunculkan bibit-bibit andal dan berprestasi. Untuk itu, lanjut Ninik, perlu adanya pembinaan yang tertata dengan baik secara bertahap dan berkelanjutan. Serta didukung oleh tenaga profesional yang memiliki dedikasi tinggi terhadap peningkatan prestasi sepatu roda. Begitu juga, perlu adanya pelatih berkualitas untuk menerapkan program latihan yang tepat dalam proses pembinaan.

“Karena untuk menciptakan atlet-atlet berprestasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan secara terus menerus atau berkesinambungan,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) Perserosi Jawa Timur Hadi Sunanto menjabarkan bahwa event ini ditujukan untuk memasyarakatkan sepatu roda di Kota Probolinggo khususnya dan wilayah-wilayah di sekitarnya secara umum.

Perserosi, lanjutnya, adalah induk organisasi yang membawahi cabang olah raga sepatu roda, skateboard dan free style yang mana dewasa ini perkembangannya sudah tak diragukan lagi.

Ia berharap dengan diadakannya event ini cabang olahraga sepatu roda Kota Probolinggo semakin berkembang dan diminati di seluruh kelompok usia, untuk memperbesar peluang ikut di PRAPON dan PON 2024 mendatang.

"Karena sebagai persiapan untuk mengikuti PRAPON dan PON 2024, jadi ajang ini cocok sebagai pemanasan sebelum tampil di level yang lebih tinggi,” urainya.

Sebagai informasi, terdapat 7 kelompok umur yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini. Yakni kelompok pemula, dengan usia maksimal 10 tahun. Lalu kategori umur A, B, C dan D serta kategori Junior dan Senior.

Untuk kelompok umur A, B, C dan D mulai usia 7-14 tahun. Sedangkan kategori Junsen berusia 15-17 tahun. Mereka bertanding di kelas speed, standart dan free style.

Icha (8 th), salah satu atlet muda mengaku menjadi atlet sepatu roda merupakan cita-citanya. Ia menceritakan awal mula tertarik belajar sepatu roda karena iseng.

"Awalnya iseng, cuma ikut-ikutan beli sepatu roda, main-main di komplek. Eh temen aku ikut klub sepatu roda. Terus aku bilang mama, didaftarin deh," katanya.

Ia mengungkapkan, biasanya berlatih setiap hari, dengan durasi dua jam. "Hampir setiap hari latihan, abis isya', (durasinya) dua jam," ungkapnya.

Ke depan, kelahiran Surabaya ini akan terus berlatih untuk mengembangkan skill-nya dan akan mengikuti kompetisi yang lain. (es/uby) 

BAGIKAN