Dihadiri Wali Kota, Festival Tempe Sukses Diselenggarakan untuk Kedua Kalinya

2023

WONOASIH – Ada yang unik di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, pada Minggu (9/7) pagi. Ratusan masyarakat memadati lahan di area Gang Mangga 3 RW 2, Kleurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Mereka tengah menyelenggarakan Festival Kampung Tempe yang dimulai sejak pukul 06.00 hingga berakhir menjelang dzuhur.

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin turur menghadiri festival yang kali ini menjadi tahun ke-2 sejak digelar akhir 2022 silam. Habib datang dengan mengenakan pakaian kasual didampingi Kepala Diskominfo Aman Suryaman, Camat Wonoasih Deus Nawandi, Lurah Sumbertaman Muhammad Yusuf dan Ketua Penyelenggara Festival Tempe, Rebudi.  DI hadapan pengunjung, Wali Kota Probolinggo ini menunjukkan apresiasinya kepada masyarakat sekitar. “Saya apresiasi kegiatan semacam ini yang tak hanya menunjukkan potensi ekonomi tapi juga kearifan lokal warga Kelurahan Sumbertaman,” jelasnya.

Habib Hadi yang juga datang pada penyelenggaraan di tahun pertama ini mengatakan pemerintah akan mendukung segala upaya untuk memajukan perekonomian masyarakat setempat. “Atas nama pemerintah daerah, kami mendukung adanya gelaran fetival yang mengangkat kearifan lokal karena membawa dampak bagi masyarakat Kampung Tempe,” ungkapnya.

Di sisi lain, selain menampilkan berbagai macam olahan masakan dari bahan baku tempe, Festival Tempe juga berisi bazar pelayanan, bazar UMKM, senam bersama hingga tampilan seni budaya hadrah, tampilan fashion dan pencak silat. Rebudi, Ketua Panitia Festival Tempe mengatakan, dirinya mengagas acara ini agar masyarakat luas mengerti bahwa ada produk tempe berkualitas yang dihasilkan warga Kelurahan Sumbertaman. “Festival ini, sudah dua kali diadakan, tahun 2022 lalu dan tahun ini. Sengaja digelar, agar hasil produksi tempe asal Kelurahan Sumbertaman semakin dikenal masyarakat luas. Kami bersyukur saat ini pemasaran tempe sudah ada yang keluar wilayah Kota Probolinggo, yakni wilayah Lumajang dan lainnya,"terang Rebudi.

Rebudi menyebut di wilayah setempat ada sekitar 35 produsen tempe yang tersebar di dua RW. “Yaitu RW 01 dan RW 02,” tambahnya.

Meski selama ini, tempe hasil produksi warga Kelurahan Sumbertaman sudah dikenal luas, namun menurutnya tak ada salahnya mempromosikan olahan tempe dengan cara yang lebih baru. Pasalnya, selama ini pemasaran hanya bersifat tradisional dengan menjual ke pasar atau pedagang. Namun melalui festival tempe ini, keberadaan potensi lokal yaitu tempe dapat dikenal oleh msayarakat Kota Probolinggo karena dikenalkan melalui acara budaya. “Apalagi dihadiri oleh Bapak Wali Kota Probolinggo. Saya yakin nantinya, tempe akan lebih dikenal luas,” tutupnya.

Sebagai pamungkas, Wali Kota Probolinggo pun mengucapkan selamat atas digelarnya festival tempe kali kedua. “"Sukses terus kepada kampung tempe, karena bisa berkolaborasi dengan pemerintah lewat pihak kecamatan. Semoga kedepannya, semakin baik lagi," tutupnya. (qie/uby)

BAGIKAN