Habib Syech dan Habib Hadi Pimpin Jemaah, Penuhi Alun-alun dengan Gaung Selawat

2023

PROBOLINGGO - Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf atau sering disapa Habib Syech datang di Kota Probolinggo, Kamis (10/8) malam. Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin beserta segenap pimpinan forkopimda menyambut langsung kedatangan Habib Syech di Kota Mangga ini.

Begitu sampai di lokasi acara, ulama asal Surakarta itu bersama Wali Kota Probolinggo memberikan santunan kepada anak yatim piatu. Sementara itu, puluhan ribu jemaah yang berasal dari penjuru Kota Probolinggo dan kota tetangga sudah duduk rapi di depan panggung.

Dipimpin Habib Syech, seluruh jemaah berselawat bersama menggaungkan asma Rasulullah SAW. Dengan kompak puluhan ribu jemaah mengikuti dan berselawat bersama. Tak ayal, Alun-alun Kota Probolinggo pun dipenuhi selawat yang menggetarkan hati.

“Berkat sholawat uripe nikmat, berkat sholawat maksiat minggat, berkat sholawat jodoh mendekat,” tutur dengan logat Bahasa Jawanya yang kental dan diamini ribuan jemaah.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Habib Hadi yang telah mengundangnya secara khusus. “Alhamdulillah, matur nuwun sedaya, terima kasih saya ucapkan kepada Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin luar biasa. Ayah beliau adalah orang yang sangat aktif dalam acara haul di Solo. Dan wajah beliau adalah wajah yang menunjukkan orang surga. Mudah-mudahan kita kumpul di malam hari ini mendapatkan manfaat dari ayah beliau,” pujinya.

Ia pun menyadari bahwa jarak tempuh antara Solo dan Probolinggo cuma memakan waktu sekira 3,5 jam. “Insyaallah bulan Desember saya carikan jadwalnya, insyaallah. Tapi mboten janji, tapi khusus Habib kita (Habib Hadi), insha Allah kita usahakan maksimal mungkin dan saya sangat amat cinta dengan masyarakat Probolinggo. Karena Probolinggo adalah kota sholawat, Probolinggo yang hidupnya hanya ber-sholawat diiringi semua kegiatan itu dengan sholawat,” bebernya.

Senada dengan Habib Syech, Wali Kota Habib Hadi pun mengamininya. “Tentunya nanti bulan September Kota Probolinggo setiap hari, mulai September sampai Oktober di setiap kelurahan, mengadakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Di dalam Maulid Nabi sebulan penuh kita melaksanakan bergantian tiap kecamatan dan kelurahan se-Kota Probolinggo. Mudah-mudahan keberkahan turun di Kota Probolinggo,” serunya. Menyadari jemaah yang datang ribuan itu, Habib Hadi menyerukan untuk selalu tertib dan disiplin sampai dengan berakhirnya acara. “Jaga ketertiban, jaga keamanan. Mudah-mudahan di bulan Desember Habib Syech bisa hadir. Kita bisa berkumpul bersama dan berselawat bersama dengan Habib Syech di bulan Desember,” pungkasnya.

Mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Asisten Administrasi Umum Pemprov Jatim juga menyambut baik giat ini dengan sedikit pujian melalui sajak pantun yang ia lontarkan.

Sebelumnya, acara ini dikemas dengan Sosialisasi Ketentuan Perundang-Undangan di Bidang Cukai dan Rokok Ilegal yang Bersumber Dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang disampaikan Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai KPPBC Type Madya C Probolinggo Nangkok P. Pasaribu. Dalam materinya, Nangkok mengimbau masyarakat untuk tidak membeli dan mengkonsumsi rokok ilegal. “Yang namanya rokok dengan pita cukai masih merugikan kesehatan, apalagi rokok tanpa pita cukai atau ilegal. Sudah pasti semakin membahayakan kesehatan masyarakat. Karena rokok yang ilegal itu tanpa melalui pemeriksaan komposisinya. Tidak hanya itu, rokok ilegal ini juga bisa merugikan keuangan negara,” imbaunya.

Sebagaimana penerimaan negara sangat besar dari sisi cukai, untuk itu ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut memerangi peredaran gelap rokok tanpa cukai itu. “Jadi kami sangat mengharapkan bantuan, kerja sama dan partisipasi masyarakat untuk ikut membasmi rokok ilegal. Jadi Bea Cukai Probolinggo akan melakukan tindakan kepada semua penjualan maupun peredaran rokok ilegal dengan mengetahui jenis-jenisnya,” terangnya.

Dijelaskan olehnya, rokok ilegal memiliki beberapa jenis seperti rokok tanpa pita cukai (polos), rokok dengan pita cukai tetapi pita cukai palsu dan rokok dengan pita cukai bekas.

Tak hanya tokoh masyarakat, tokoh agama, santriwan-santriwati, giat ini juga dihadiri seluruh jajaran keluarga besar Pemerintah Kota Probolinggo, instansi vertikal juga para istri pejabat pemkot. (dy/qie)

BAGIKAN