Kembangkan Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi, Wali Kota Habib Hadi Dapat Penghargaan

2023

KANIGARAN—Keberhasilan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin sebagai Tokoh Penggerak Koperasi Madya yang diberikan oleh Dewan Koperasi Indonesia tahun 2023 tak lepas dari kepeduliannya terhadap pengembangan koperasi dan ekonomi masyarakat. Penghargaan itu pun diterima pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Tingkat Nasional Ke-76 Tahun 2023, Minggu, (23/7/2023), di Universitas Negeri Padang, Kota Padang.

Anugerah ini dinilai tepat diberikan kepada Wali Kota Probolinggo atas kesuksesannya dalam memberikan suasana yang baik dengan mendorong tumbuh kembang dan pembinaan koperasi di Kota Probolinggo dengan sejumlah kebijakannya. Salah satunya melalui terbentuknya Koperasi Pegawai Negeri Sejahtera.

Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, drg Ninik Ira Wibawati mewakili Wali Kota Probolinggo menerima penghargaan tersebut. Hal ini dikarenakan, pada saat yang sama Wali Kota Probolinggo menerima penghargaan KLA oleh Kementerian PPPA.

Perihal penghargaan tersebut Plt. Sekretaris DKUMP (Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan) mengatakan, penghargaan untuk Bapak Wali Kota sudah tepat. “Kiprah beliau mendorong terbentuknya Koperasi Pegawai Negeri Sejahtera yang menyediakan segala kebutuhan pokok hingga peralatan kantor. Sehingga para pegawai dapat memanfaatkan koperasi ini dan mensejahterakan anggotanya,” ujar Plt. Sekretaris DKUP Muh. Sulhan, Senin (24/7).

Sesuai dengan arahan wali kota untuk memaksimalkan potensi koperasi, DKUP Kota Probolinggo sedang mengkaji terkait kerjasama dengan toko ritel Basmallah sebagai penyedia kebutuhan pokok pada Koperasi Pegawai Negeri Sejahtera. Bahkan, ke depan koperasi pegawai ini akan dilengkapi dengan fasilitas kredit sepeda motor dan belanja peralatan elektronika seperti mesin cuci, televisi dan lain sebagainya. 

“Sudah menjadi komitmen wali kota produk UMKM menjadi prioritas. Di gerai terdepan harus terpajang produk UMKM di semua toko ritel di Kota Probolinggo, termasuk di Koperasi Pegawai Negeri Sejahtera ini,”tandasnya.

DKUP selaku perangkat daerah terkait, terus berupaya melakukan koordinasi dengan semua perangkat daerah untuk memanfaatkan koperasi pegawai ini. Karena koperasi sebagai soko guru perekonomian yang sifatnya kerjasama, gotong royong dan mensejahterakan anggotanya.

Kebijakan lainnya yang juga menjadi pendorong diraihnya anugerah tersebut adalah Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Kopontren menjadi topik hangat yang terus menerus digaungkan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian pondok pesantren dan masyarakat di sekitarnya.

Keberadaan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) menjadi potensi penunjang yang luar biasa bagi warga yang di dalam dan di sekitar pondok pesantren. Beberapa pondok pesantren di Kota Probolinggo telah berhasil mengembangkan Kopontren, seperti Pondok Pesantren Azidan Barokatu Zainil Hasan, Mambaul Ulum, dan Riyadlus Sholihin. Melalui Kopontren, mereka mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam dan di sekitar pondok pesantren, terutama yang terkait UMKM. Bahkan sudah ada yang mendapat penghargaan.

“Sekitar 10 Kopontren yang aktif, dan DKUP terus berupaya untuk mengaktifkan Kopontren di pondok pesantren lainnya. Kami terus memberikan pembekalan dan melakukan pengawasan ke pondok pesantren untuk membantu pengurusan ijin usaha dan distribusi produk. Bahkan pelatihan-pelatihan terus kami gelar seperti pelatihan suspeso, digitalisasi dan sebagainya,”ujar Asmari, Fungsional Pengawas Koperasi DKUP.

Bahkan, respon baik juga telah muncul dari para kelompok tani yang mulai mengaktifkan koperasi. Salah satunya, koperasi kelompok tani di Kelurahan Sumber Wetan yang mulai berjalan dan berkembang. “Alhamdulillah kami mendapat respon baik dari para kelompok tani, sudah ada yang aktif koperasinya. Kami berharap eksistensinya akan terus baik,”bebernya.

Dengan pembinaan yang intensif dan inovasi yang semakin bagus, DKUP optimis mampu meraih penghargaan tingkat nasional di tahun mendatang. Koperasi-koperasi yang tidak aktif akan didorong supaya aktif kembali dan evaluasi akan terus dilakukan. “Sekitar 160-an koperasi yang aktif, dan kegiatannya masih hanya simpan pinjam. Maka kami terus mendorong supaya berkembang untuk memberdayakan UMKM. Karena koperasi dan UMKM harus mampu berkolaborasi karena dapat membantu khususnya dalam hal permodalan. Sehingga koperasi benar-benar dapat mensejahterakan anggotanya. Dari anggota, untuk anggota dan kembali ke anggota,”imbuh Sulhan.

DKUP Kota Probolinggo siap didalam mendampingi dan membantu kendala-kendala yang dihadapi, seperti neraca pembukuan dan sebagainya agar koperasi dapat terus aktif dan mensejahterakan. (mir/qie) 

BAGIKAN