Prioritaskan Kesejahteraan Perempuan dan Anak, Ini yang Dilakukan Pemkot Probolinggo

2023

MAYANGAN - Kesejahteraan anak menjadi salah satu prioritas dalam pemerintahan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Karena itu sejumlah layanan diberikan untuk memastikan kesejahteraan anak terjamin. Terbaru, melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) sejumlah guru BK dan guru kesiswaan mendapatkan sosialisasi pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak dengan narasumber dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak).

Kepala Dinsos PPPA Rey Suwigtyo mengatakan, saat ini perlindungan terhadap perempuan dan anak sudah menjadi arus utama dunia. Bahkan tak kurang, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadikannya urusan prioritas. “Tidak boleh membunuh perempuan dan anak. Luar biasa, kenapa? Andaikan para wanita itu tidak ada, maka tidak ada kehidupan lagi, tidak ada keturunan lagi. Karena memang keberadaan wanita sangat penting sekali,” ucapnya.

Ia pun menyebut jika perempuan harus kuat dan posisinya pun semakin diperkuat dengan kehadiran pemerintah. "Kalau wanitanya rapuh negaranya akan rapuh, mangkanya harus kuat utamanya pada ibu-ibu yang hadir di tempat ini. Saya lihat di sini wajah yang penuh optimis, wajah yang penuh semangat untuk menatap bangsa dan negara ini lebih baik dan akan lebih maju,” ucap lelaki yang dipanggil Tyok ini.

Tyok juga menyinggung keberadaan guru Bimbingan Konseling (BK) di setiap sekolah yang saat ini semakin banyak jumlahnya. Menurutnya, dulu setiap sekolah hanya memiliki satu guru BK saja, tetapi tidak di masa saat ini. "Dulu satu orang saja susah, pindah-pindah dan masing merangkap di sekolah sini dan sekolah sana. Coba sekarang saya tanya, saat ini paling tidak di sekolah itu ada empat hingga lima orang guru BK. Sekarang luar biasa pemerintah hadir, karena untuk membangun karakter anak kita diawali dari moral, dari akhlak dulu baru pengetahuan. Kalau kita bangun anak didik kita dengan akhlak yang baik atau karakter yang baik, insha Allah akan baik negara ini,” ujarnya.

Sejumlah program, lanjut Tyok telah dilaksanakan Dinsos PPPA untuk kepentingan perlindungan perempuan dan anak. Seperti, Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) untuk membantu menangani masalah keluarga dan anak, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak yang beralamatkan di Jalan Basuki Rahmad, ada juga shelter untuk penanganan korban Napza. Kemudian ada Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Forum Anak sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) dan terakhir POSCINTA (Pos Curhat Ibu dan Anak).

"Kami juga bekerja sama dengan TP PKK Kota Probolinggo membangun program Remaja Aminah pada 20 titik sekolah di wilayah Kota Probolinggo dan akan bersinambungan lagi pada tahun 2024 menyasar pada pondok pesantren juga. Ini adalah langkah-langkah untuk mencegah kekerasan terhadap ibu dan anak," ujarnya.

Tyok berharap kerja sama dengan lintas sektoral seperti pihak kepolisian, Kodim 0820, Kejaksaan, Pengadilan Negeri sebagai Tim Satgas PPPA bisa mewujudkan Kota Probolinggo bebas kekerasan pada perempuan dan anak.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Hak Anak Mirna Susanti menjelaskan tujuan diselenggarakannya giat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran serta masyarakat dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan.

Di antaranya adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan bagi masyarakat. Kedua, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membantu menegakkan komitmen perlindungan perempuan. Dan ketiga, meningkatkan dan menambah wawasan masyarakat dalam rangka pencegahan pelanggaran hak asasi manusia khususnya perempuan.

Hadir sebagai peserta, 90 orang yang terdiri dari Guru Bimbingan Konseling (BK) dan bagian kesiswaan SMA/ sederajat dan SLB se-Kota Probolinggo, Forum Puspa dan Yayasan Y-AMI. Giat ini menghadirkan narasumber dari lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur Budiyati, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung Dwi Rika Imayanti dan Psikolog STAIM Kota Probolinggo Aries Dirgayunita. (dy/qie)

BAGIKAN