Terima Kunker Komisi IV DPR RI, Sekda Ninik Sampaikan Potensi Perikanan Kota Probolinggo

2023

KANIGARAN - Kota Probolinggo menjadi kota tujuan agenda Kunjungan Kerja (kunker) Komisi IV DPR RI, Reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2022/2023 pada Kamis (11/5) Siang.

Sekretaris Daerah Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati pun menyambut kedatangan rombongan Komisi IV DPR RI tersebut di dua lokasi berbeda. Yakni di PT. Perikanan Indonesia Unit Mayangan dan Gudang Bulog Sukoharjo di Jalan Hasan Genggong.

Dalam saambutannya, drg. Ninik mengucapkan selamat datang dan rasa terimakasihnya atas lawatan ke Kota yang dikenal dengan ikon mangga dan anggurnya ini. Ia berharap kunker itu mampu mendorong kebijakan-kebijakan yang mendukung kemajuan dan kesejahteraan Kota Probolinggo. Serta dapat menyerap asipirasi masyarakat, khususnya di sekitar area UPT. Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan.

Sekda Ninik juga menyampaikan bahwa terkait dengan potensi, pemanfaatan, dan komoditas cuttle fish di PT. Perikanan Indonesia Unit Mayangan, permintaan pasar untuk cuttle fish mencapai 500 mt dan mayoritas ikan ini dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sashimi dan produk olahan lainnya, dengan tujuan ekspor antara lain Jepang, Vietnam, dan Australia.

“Alhamdulillah, ini menjadi salah satu potensi perikanan yang cukup baik. Mengingat Kota Probolinggo menjadi salah satu kota pengekspor cuttle fish, bersama kota-kota lain di Indonesia,” jelasnya.

Sekda wanita pertama di kota yang juga dikenal dengan jargon Kota Seribu Taman tersebut menambahkan, dilihat secara global, komoditas perikanan di Kota Probolinggo terus mengalami pertumbuhan.

Hal itu jika dihitung dari tahun 2021 hingga tahun 2022 lalu. Dimana pertumbuhan produksi tangkap sebesar 3,3 persen, pertumbuhan budidaya ikan sebesar 5,2 persen, dan produksi olahan hasil perikanan tumbuh sebesar 3 persen.

“Jadi, hingga saat ini dapat kami sampaikan bahwa ketersedian stok beras, khususnya di Kota Probolinggo masih mencukupi,” terangnya.

Terkait ketersediaan pangan tahun 2023 di Kota Probolinggo, realisasi pengadan beras medium pso per 10 mei 2023 sebesar kurang lebih 2.566.230 kg dan persediaan beras pso sebesar 1.172.373 kg.

Wakil Komisi IV DPR-RI Anggia Erma Rini berkesempatan melihat proses pengolahan cuttle fish diperusahaan yang bergerak di sektor pengolahan dan perdagangan ikan tersebut. Pada momen itu, per sesinya rombongan dibatasi 12 orang untuk melihat secara langsung bagaimana proses pengolahan cuttle fish dari tahap awal pembersihan hingga siap untuk dieskpor ke negara lain.

Anggia mengatakan pengolahan cuttle fish ekspor ke Jepang untuk sasyimi yang dilakukan PT. Perikanan Indonesia sangat menarik sekali, “Tentu ada catatan, kalau kita mau ekspor yang lebih besar lagi, tentu harus lebih modern alat-alatnya. Meskipun ada beberapa yang sudah modern, tetapi tadi masih ada  beberapa masih pakai tangan,” ungkapnya.

Bergeser ke lokasi kedua, di Gudang Bulog, Anggia mengatakan penyerapan beras lokal harus ditingkatkan dan dimaksimalkan kembali, “Tadi dijelaskan penyerapan beras lokal masih 30%, jadi ini yang harus dimaksimalkan Kembali, ya. Tapi untuk ketersediaan komoditas, kita tenang, karena mencukupi,” terang wanita yang besar di Sragen Jawa Tengah ini.

Wanita yang baru saja mendapat gelar doktornya ini juga akan merumuskan untuk bersama anggota Komisi IV lainnya untuk menindak lanjuti temuan ini, khususnya ketersediaan pangan menjelang Idul Adha di Bulan Juni yang akan datang yang harus diantisipasi.

“Harapannya, semoga bisa ditingkatkan lagi produknya dan Bulog bisa menyerap lebih banyak lagi. Tinggal gimana persiapannya dicukupi lagi dan pendapatan ikannya bisa ditingkatkan lagi. Soalnya kan ini Kota Ikan, ya,” tutur wanita yang berpendapat bahwa Probolinggo, adalah kota yang cukup hangat.

Sementara itu Purnomo Sinar Hadi, Direktur Human Capital Bulog mengatakan dengan adanya kunjungan kerja seperti ini sangat membantu Bulog, “seperti yang disampaikan oleh ibu Anggia ini harus dimaksimalkan lagi. Tapi dalam realitanya, memang menemui banyak halangan seperti bencana alam yang mempengaruhi harga jual yang lebih tinggi dari target, tapi dengan adanya diskusi tadi bisa sedikit menjelaskan kesulitan yang dialami,” ulasnya.

Senada denga napa yang disampaikan Purnomo, Kepala DPKPP Kota Probolinggo Aries Santoso pun memberikan masukan terkait pupuk subsidi yang semakin langka di Kota Probolinggo kepada rombongan tersebut. “Tadi diarahkan untuk lebih mengoptimalkan lagi pembuatan pupuk organiknya dan mengembangkan SDM agar lebih berkreasi lagi membuat pupuk yang langsung dari alam,” jelas Aries. (sit/es)

BAGIKAN