Silaturahmi ke Pj Wali Kota, MUI Paparkan Program Kerja

2024

KANIGARAN - Segenap pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo yang dikomandoi oleh Ketua KH. Nizar Irsyad bersilaturahmi ke ruang kerja Penjabat Wali Kota Probolinggo Nurkholis, Selasa (26/3) siang. Agendanya adalah pemaparan program kerja serta kebutuhan operasional MUI tahun 2024.

Pemimpin nomor satu di kota ini menyimak uraian program unggulan MUI, pembinaan tilawah bagi anak-anak dan program sertifikasi halal. Ia merespon positif serta mengapresiasi segala program yang dipaparkan Wakil Sekretaris MUI Imanuddin.

“Pada intinya kita dukung program MUI yang berkaitan dengan kemajuan serta pelayanan keagamaan. Segala saran dan masukan yang disampaikan, kita akomodir untuk dibahas lebih lanjut,”ujarnya.

Sementara itu, pengurus yang dikukuhkan untuk masa khidmat 2020-2025  mengutarakan sejumlah programnya. Seperti pelatihan Qori’ untuk anak-anak yang diketahui telah berjalan sejak tahun kemarin. “Sudah kami lakukan tahun kemarin, alhamdulillah antusiasme di lima kecamatan ada sekitar 50 anak-anak usia SD mengikuti pelatihan ini,” jelas Imanuddin.

Program kegiatan penting lainnya yaitu mengupayakan hadirnya produk halal melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Tempat Pemotongan Hewan (TPH) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU).

“Hanya satu RPH sudah bersertifikasi halal dan itu milik pemkot. Sementara RPH lainnya milik swasta, sama sekali belum ada yang bersertifikasi halal. Selain itu, restoran-restoran juga tidak ada sertifikasi halal. Kami bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yaitu Kemenag, DKUP mencoba membantu percepatan sertifikasi halal,” terangnya

Hal tersebut mendesak untuk dilaksanakan, sebab pada tanggal 17 Oktober mendatang semua produk makanan, minuman, jasa penyembelihan, hasil sembelihan serta bahan baku, bahan tambahan pangan, bahan penolong makanan dan minuman harus bersertifikasi halal.

Berikutnya adalah program Madinah, merupakan kerjasama antara MUI Kota Probolinggo dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk mendampingi tiga sekolah terpilih, dalam memberikan solusi atas permasalahan pelajar. Ketiga sekolah tersebut antara lain SMPN 3, SMPN 6 dan Taman Dewasa. (dy/dp)

BAGIKAN