Audiensi Bersama Pelaku Usaha, Wali Kota Ajak Wujudkan Sektor Pangan yang Tangguh

2025

DRINGU - Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Audiensi dan Silaturahmi Pelaku Usaha Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, Kamis (11/12) siang. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dengan para pelaku usaha pangan untuk memperkuat sinergi, menggali kebutuhan lapangan, serta merumuskan langkah bersama menghadapi tantangan sektor pangan yang semakin kompleks.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, membuka acara dengan memberikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha yang selama ini menjadi tulang punggung penyediaan pangan di daerah. Menurutnya, tiga sektor strategis seperti pertanian, peternakan, dan perikanan memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.

“Para pelaku usaha yang hadir di sini adalah ujung tombak yang berjuang di lapangan, mengolah lahan, memelihara ternak, membudidayakan ikan, mengembangkan inovasi produksi hingga memasarkan hasil usaha. Upaya Bapak dan Ibu tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menopang kesejahteraan dan stabilitas sosial ekonomi Kota Probolinggo,” tegas wali kota.

Wali kota menyampaikan beberapa tantangan besar yang kini dihadapi sektor pangan. Antara lain perubahan iklim yang memengaruhi pola tanam, kualitas air, dan kesehatan ternak. Lalu fluktuasi harga pakan, pupuk, dan bibit, serta ketatnya persaingan pasar di era digital. Ditambah lagi ancaman inflasi komoditas pangan, lalu keterbatasan sarana prasarana produksi, pengolahan, dan distribusi. “Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah harus hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga fasilitator, kolaborator, dan akselerator perkembangan usaha,” ujarnya.

Wali Kota Aminuddin menegaskan komitmen Pemkot Probolinggo dalam memperkuat sektor pangan melalui berbagai program. Seperti bantuan sarana prasarana seperti pupuk, benih, bibit ikan, pakan alternative dan alat produksi modern. Kemudahan dan difasilitasi perizinan maupun sertifikasi. Penguatan kelembagaan kelompok tani, pokdakan, dan kelompok peternak.

Pemkot juga memberikan pelatihan peningkatan kapasitas SDM. Kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk akses pembiayaan usaha nantinya juga bisa didukung melalui Koperasi Merah Putih, dengan catatan sudah bergabung menjadi anggota koperasi.

“Audiensi hari ini menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan kondisi lapangan, hambatan produksi, pemasaran, serta memberikan masukan atas kebijakan pemerintah. Silaturahmi ini bukan formalitas, tetapi komitmen membangun sektor pangan yang tangguh, modern, dan berdaya saing,” tambah Aminuddin.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan alat pertanian kepada beberapa kelompok tani yaitu 1 unit cultivator, mesin perajang tembakau, pompa air, combine harvester, hand tractor, serta fasilitasi pupuk organik.

Pada sesi dialog, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Susanti menyampaikan bahwa KWT juga memerlukan dukungan sarana penunjang. “Kami membutuhkan cangkul, tangki sprayer, hand sealer, dan alat pencacah rumput karena KWT juga mengolah hasil pertanian,” ungkapnya.

Dua gapoktan lain turut mengusulkan bantuan alat pencacah limbah pertanian agar limbah tidak dibakar sehingga tidak mencemari lingkungan. Menanggapi aspirasi tersebut, wali kota langsung meminta Kepala DKPPP Fitriawati, untuk mengakomodir dan menindaklanjuti kebutuhan para pelaku usaha.

“Saya berharap setelah pertemuan ini, terbangun komunikasi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku usaha. Bersama, kita wujudkan sektor pangan Kota Probolinggo yang tangguh, modern, dan berdaya saing,” pungkasnya. Hadir pula saat audiensi di salah satu restoran di wilayah Kabupaten Probolinggo itu Staf Ahli Wali Kota Wawan Soegyantono, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Aries Santoso serta perwakilan perangkat daerah. (yul/fa)

BAGIKAN