Hadiri Resepsi Milad ke – 113 Muhammadiyah, Wali Kota Amin: Sinergi untuk Pendidikan Inklusi di Kota Probolinggo

2025

KEDOPOK - Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menghadiri Resepsi Milad Ke - 113 Muhammadiyah, yang digelar di Green Campus Institut Ahmad Dahlan Jalan Mahakam, Kedopok, Sabtu (20/12). Dengan tema 'Memajukan Kesejahteraan Bangsa' di milad tahun ini, menegaskan kembali komitmen Muhammadiyah yang hadir sebagai gerakan pencerahan, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Rektor Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo Benny Prasetiyo menjelaskan bahwa saat ini IAD dalam proses transformasi menjadi Universitas Ahmad Dahlan Jawa Timur. Ia pun bersyukur, IAD dipercaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk membuat kajian.

“Terima kasih kami dipercaya membuat kajian penurunan penanggulangan kemiskinan yang biasanya dilakukan oleh universitas lain di Jawa Timur. Alhamdulillah sudah selesai kami kerjakan pak," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Wali Kota Aminuddin terkait dipilihnya IAD untuk mengkaji penurunan penanggulangan kemiskinan Kota Probolinggo, berdiskusi sekaligus mempercayakan proses pengentasan kemiskinan, serta berdiskusi dengan akademisi - akademisi di kota ini.

"Angka kemiskinan yang awalnya di angka 6,2%. Dengan diskusi - diskusi yang coba kita terapkan, alhamdulillah bisa turun 0,49% ini capaian luar biasa. Artinya potensi SDM di Kota Probolinggo bukan main, yang paham tentang sosial budaya, kemudian lingkungan di Kota Probolinggo, tentu orang Kota Probolinggo itu sendiri," ujarnya.

Wali kota menyebut, berdasarkan pemikiran para ahli, untuk merubah suatu kebiasaan atau budaya itu membutuhkan waktu yang lama atau 2 generasi, agar prosesnya lebih cepat bisa melalui pendidikan. Untuk itu, saat ini ia konsen di Pendidikan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Muhammadiyah punya peran dalam proses Pendidikan di Kota Probolinggo, oleh karena itu kerja sama antara pemerintah dengan lembaga pendidikan termasuk Muhammadiyah terus diperluas, dikolaborasikan, disinergikan agar pendidikan inklusi di Kota Probolinggo bisa betul - betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang Aminuddin.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menjelaskan sejarah singkat berdirinya organisasi Muhammadiyah.

Lebih lanjut Hidayatullah menyebut bahwa saat ini organisasi Muhammadiyah memiliki 6 pilar besar yang dilakukan Muhammadiyah dan Milad Ke - 113 ini menjadi momentum dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa.

"Pada abad pertama ada 3 trilogi yang digulirkan yakni, pendidikan, kesehatan dan sosial. Di abad kedua ini, selain trilogi yang pertama ada yang kedua, yakni Lazismu, MDMC, dan pemberdayaan masyarkat. Semua yang dilakukan Muhammadiyah bukan hanya untuk organisasi ini, tetapi untuk seluruh masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, bahkan kemanusiaan semesta," imbuhnya.

Sementara itu Ketua PD Muhmmadiyah Kota Probolinggo Dawam Ichsan menyerukan penggalangan dana untuk korban bencana. "Saya mengajak kepada seluruh komunitas umat Islam maupun komunitas lintas iman untuk melakukan penggalangan yang sama, karena yang menjadi korban saudara - saudara kita sebangsa dan setanah air. Mari kita lakukan dengan semangat 'One For All - All For One', satu untuk semua - semua untuk satu, yakni bangsa Indonesia," ajaknya. (Crl/fa)

BAGIKAN