Probolinggo — Pemerintah Kota Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, humanis, dan berpihak kepada masyarakat. Hal itu tampak saat Wali Kota Aminuddin menyerahkan santunan kematian secara langsung kepada dua keluarga yang tengah berduka pada Kamis (11/12). Kunjungan dilakukan di dua lokasi berbeda, didampingi Plt. Kepala Dispendukcapil Rahmadeta Antariksa, camat, lurah setempat, serta perwakilan Bank Jatim Cabang Probolinggo.
Lokasi pertama berada di Perumahan Sumber Taman Indah Blok BB 21, Kelurahan Sumber Taman, kediaman almarhum Susanto (66). Kedatangan Wali Kota Aminuddin disambut hangat oleh keluarga almarhum, yang mengaku tidak menyangka dengan perhatian besar dari pemerintah kota.
Istri almarhum, Suliswati (60), dengan mata berkaca-kaca menyampaikan rasa syukurnya.
“Kami tidak melihat besar kecilnya santunan dan tak berharap ini, tapi perhatian dan kehadiran langsung Bapak Wali Kota sangat berarti bagi kami. Pemerintah juga memudahkan urusan data kependudukan, itu sangat membantu,” ungkapnya.
Lokasi berikutnya berada di Jalan KH. Ahmad Dahlan 113, Kelurahan Kebonsari Kulon, tempat almarhum Dadang Sentot Kuncoko (44). Wali Kota Aminuddin menyampaikan belasungkawa kepada anak-anak almarhum yang menyambut kedatangannya. Almarhum diketahui berpulang saat berada di kamar mandi masjid, bersiap menunaikan salat malam.
“Atas nama Pemerintah Kota Probolinggo, saya menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” tutur Aminuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa program santunan kematian dan layanan administrasi kependudukan jemput bola merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk meringankan beban keluarga duka.
“Program ini kami hadirkan agar keluarga tidak direpotkan dalam pengurusan administrasi kependudukan. Kami ingin layanan publik benar-benar terasa manfaatnya, terutama di saat masyarakat menghadapi masa sulit seperti kehilangan anggota keluarga,” jelasnya.
Selain menyerahkan santunan kematian sebesar Rp 750 ribu, pemerintah juga memberikan dokumen perubahan data kependudukan secara langsung kepada ahli waris.
Aminuddin berharap program ini terus membawa manfaat dan menjadi wujud nyata pelayanan publik yang cepat, mudah, dan humanis.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan. Pemerintah kota akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi,” pungkasnya. (vv/pin)



