Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Raudatul Jannah, Wali Kota Ajak Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup

2025

Mayangan – Setiap tanggal 17 Ramadan, umat Islam memperingati Nuzulul Qur’an, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Dalam rangka memperingati momentum tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar acara Nuzulul Qur’an pada Jumat sore (6/3) di Masjid Agung Raudatul Jannah dengan mengusung tema “Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup.”

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin yang didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo. Turut hadir pula para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda, para asisten dan staf ahli, kepala OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo, Ketua BAZNAS, Ketua MUI, serta pengurus dan muslimat Masjid Agung Raudatul Jannah.

Suasana masjid seketika menjadi khidmat dan penuh makna saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Ustadz Mahmud Syahroni. Bacaan tersebut menambah kekhusyukan jemaah yang hadir dalam memperingati turunnya kitab suci umat Islam tersebut.

Ketua Pengurus Masjid Agung Raudatul Jannah, Abdul Aziz, menyampaikan harapan agar akses dari Masjid Agung menuju makam para ulama dapat dibuka sehingga jasa para ulama terdahulu tetap dikenang. Ia juga menekankan pentingnya memaknai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Mudah-mudahan peringatan Nuzulul Qur’an ini memberikan hikmah dan hidayah dari Allah SWT kepada kita semua,” ujarnya.

Dalam ceramah singkatnya, Wali Kota Aminuddin mengajak masyarakat memaknai Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk menghadapi berbagai tantangan global. Ia mengingatkan bahwa perubahan besar dalam kehidupan umat Islam dapat dimulai dari proses spiritual yang mendalam, sebagaimana peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira melalui Malaikat Jibril.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan perubahan besar dalam diri. “Dengan berpuasa kita menahan hawa nafsu, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Harapannya saat Syawal nanti kita kembali ke fitrah, lahir sebagai pribadi yang lebih baik dan bertaqwa kepada Allah,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan satu-satunya petunjuk yang menuntun manusia menuju jalan kebenaran yang hakiki.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan rencana renovasi Masjid Agung Raudatul Jannah dalam waktu dekat agar menjadi “Masjid Emas” kebanggaan Kota Probolinggo sebagai bagian dari dukungan terhadap program Probolinggo Besolek.

Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan penyerahan santunan secara simbolis kepada 10 anak yatim serta bantuan dana pembinaan bagi perwakilan hafiz dan hafizah di Kota Probolinggo.

Secara keseluruhan, bantuan yang akan disalurkan meliputi santunan bagi 609 anak yatim, takrim untuk 122 huffadz, bantuan bagi 312 marbot masjid, distribusi 500 mushaf Al-Qur’an, serta bantuan pengecatan untuk 20 musala di Kota Probolinggo. (vv/pin)

BAGIKAN