Program Probolinggo Bersolek Dikebut, Wali Kota Aminuddin Turun Langsung Tinjau Sejumlah Pembangunan

2025

Probolinggo – Komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk mewujudkan program Probolinggo Bersolek benar-benar direalisasikan melalui berbagai pembangunan dan penataan kota. Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin turun langsung meninjau proses pembangunan dan perbaikan di sejumlah titik strategis guna memastikan kota tampil lebih indah, tertata rapi, dan tertib.

Di sela-sela kegiatan pemantauan ketersediaan pasokan serta stabilitas harga bahan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pasar Baru, Wali Kota Aminuddin menyempatkan diri meninjau bangunan akses masuk utama Pasar Baru dari sisi utara. Akses tersebut dirancang untuk mempermudah mobilitas pedagang dan pengunjung keluar masuk area pasar dan direncanakan mulai dapat difungsikan pada awal bulan tahun mendatang.

“Pintu akses ini diharapkan bisa menunjang aktivitas perdagangan agar lebih nyaman dan tertata, baik bagi pedagang maupun pengunjung,” ujar dr. Aminuddin.

Wali Kota Aminuddin berjalan kaki menuju Pasar Gotong Royong untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Ia meninjau aktivitas di pasar yang dulunya menjadi pusat perbelanjaan masyarakat, namun kini tampak sepi dan banyak kios kosong ditinggalkan pedagang.

“Bangunannya masih layak dan bagus. Sayang jika dibiarkan kosong. Kami akan memikirkan terobosan agar Pasar Gotong Royong kembali hidup dan menarik minat masyarakat,” ungkapnya.

Dari Pasar Gotong Royong, Wali Kota melanjutkan peninjauan ke proyek pembangunan jalan di kawasan Jalan Soekarno Hatta bersama Kepala DPUPR Perkim Setiorini Sayekti. Di lokasi tersebut, rombongan juga ditemui langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Provinsi Wilayah I, Wahyu Wibowo. Hingga saat ini, progres pekerjaan masih minus sekitar 3 persen dengan target penyelesaian P1 pada tanggal 30–31.

Beberapa kendala disampaikan dalam pelaksanaan proyek, diantaranya kondisi pipa PDAM lama yang ditanam dangkal sehingga pekerjaan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. “Pipa lama ini sudah tidak diproduksi lagi, sehingga jika terjadi kerusakan harus segera diganti dan dikoordinasikan dengan Perumdam Bayuangga,” jelas Wahyu.

Pantauan pembangunan ditutup dengan kunjungan ke proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo. Kepala DPUPR Perkim menyampaikan bahwa progres pengerjaan telah mencapai sekitar 85 persen, minus 11 persen meliputi pemasangan granit, pengaspalan jalan, pembangunan trotoar, serta sejumlah akses penunjang lainnya. Ditargetkan revitalisasi alun-alun kota Probolinggo akan selesai pada 29 Desember 2025.

Menanggapi hasil kunjungannya, Wali Kota Aminuddin menyampaikan optimisme bahwa seluruh pembangunan akan segera rampung dan bisa dinikmati masyarakat dalam waktu dekat.

“Harapan kami, setelah semua selesai, masyarakat ikut menjaga fasilitas dan sarana prasarana yang telah dibangun agar tetap awet dan bermanfaat bagi semua,” pungkasnya. (vv/pin)

BAGIKAN