PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Sosial P3A menggelar Seminar Peringatan Hari Ibu ke-97 dengan tema “Perempuan Peduli, Masyarakat Harmoni” di Gedung Puri Manggala Bhakti, Rabu (10/12). Acara yang diikuti 180 peserta dari berbagai unsur organisasi perempuan dan masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai peran strategis perempuan dalam membangun keluarga dan lingkungan yang harmonis.
Kepala Dinsos PPPA Madihah, menyebut kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai peran perempuan dalam pembangunan, menumbuhkan komitmen bersama untuk perlindungan perempuan dan anak, serta memperkuat jejaring lintas sektor bagi terwujudnya Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak.
Mewakili Wali Kota Probolinggo, Asisten Pemerintahan, Budiono Wirawan, menyampaikan bahwa Peringatan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember merupakan bentuk penghargaan bangsa terhadap perjuangan dan pengabdian perempuan Indonesia.
“Peringatan ini bukan sekadar ungkapan terima kasih kepada sosok ibu, tetapi juga apresiasi kepada seluruh perempuan atas peran, dedikasi, dan kontribusinya bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan telah menjadi agen perubahan sosial, penggerak pembangunan, serta penjaga nilai kemanusiaan, meski masih menghadapi tantangan berupa beban ganda dan kekerasan berbasis gender.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, hadir sebagai keynote speaker dan menegaskan bahwa perempuan tidak dapat berdiri sendiri dalam menjalankan perannya, tetapi harus berkolaborasi dan memperkuat visi serta misi bersama. “Ibu adalah pencipta generasi. Harmoni dalam keluarga dimulai dari ibu,” ujarnya.
Ia mengibaratkan ibu sebagai leher yang menjadi penopang dan penentu arah dalam rumah tangga, sementara kepala adalah pengarahnya. “Leher itu adalah ibu, menjadi tiang dalam rumah tangga. Kekuatan yang menopang kepala dan tangan sehingga tubuh kita bisa berdiri. Begitu pula peran ibu sebagai penegak dan teladan bagi anak-anak,” tambahnya.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Dita Amalia dari Plato Foundation Surabaya dan Deddy Marquiz, seorang independent facilitative training consultant. Keduanya merupakan praktisi yang berpengalaman dalam isu pemberdayaan perempuan dan penguatan komunitas. Acara berlangsung interaktif dan menjadi ruang edukasi serta penguatan peran perempuan dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan. (sit/fa)



