Wali Kota Dorong Peningkatan NTPi untuk Sejahterakan Pembudidaya Ikan

2025

KEDOPOK - Jumat (12/12) pagi, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyapa para pembudidaya ikan, dalam agenda Sosialisasi Penetapan Indeks Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) setempat di lokasi Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Air Tawar Mina Lestari Sentosa, Kelurahan Jrebeng Lor. Turut mendampingi wali kota diantaranya Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua Forikan dr. Evariani Aminuddin dan Penjabat Sekda Rey Suwigtyo.

Dalam kesempatan itu, wali kota menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan di Kota Probolinggo. Menyinggung mengenai NTPi, dr. Aminuddin berpesan agar DKPPP terus mengevaluasi nilainya sehingga dapat diperoleh indeks yang lebih menguntungkan bagi pembudidaya ikan.

“Persentase kita masih di angka 93, ini sebenarnya rugi, Pak. Harusnya minimal 100 supaya uang hasil penjualan bisa menutup modal. Secara nasional, indeks nilai tukar pembudidaya ikan juga belum tinggi, hanya sekitar 100,3. Artinya, keuntungan yang diterima para pembudidaya ikan itu rata-rata baru sekitar 3 persen saja,” jelasnya.

Pada kegiatan sosialisasi ini, wali kota juga mengajak peserta memanfaatkan sesi berbagi pengetahuan dengan ahli akuakultur dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, peningkatan kapasitas pembudidaya menjadi kunci untuk menghasilkan panen yang lebih optimal dan berkelanjutan.

“Nanti Bapak dan Ibu semua akan mendapat banyak ilmu dari Dinas Perikanan Provinsi, karena beliau ini ahlinya, sudah sangat berpengalaman di bidang ini. Tolong ilmu yang disampaikan betul-betul dikaji dan diterapkan di kelompok-kelompok pembudidaya ikan, supaya usaha dan hasil panen bisa terus meningkat,” pesannya.

Terkait dukungan permodalan, wali kota mendorong para pembudidaya agar memanfaatkan layanan usaha yang tersedia pada Koperasi Merah Putih di kelurahan masing-masing. Akses permodalan yang lebih mudah diharapkan dapat membantu pengembangan usaha budidaya ikan.

“Melalui Koperasi Merah Putih ini, Bapak dan Ibu semua bisa mengajukan pinjaman kredit. Ini pinjaman ya, bukan hibah, jangan sampai pinjaman dianggap hibah. Kenapa saya tekankan? Karena dengan sistem yang sekarang di Koperasi Merah Putih ada namanya swadaya dan swakelola,” terang wali kota.

Sementara itu, Kepala DKPPP Fitriawati menerangkan bahwa setelah timnya melakukan survei mendalam selama dua bulan terakhir, diperoleh NTPi Kota Probolinggo sebesar 93. Angka ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk merumuskan langkah kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi pembudidaya ikan.

“Kalau yang 100 itu sudah sejahtera, jadi kita masih perlu penguatan kembali untuk peningkatan kesejahteraan pembudidaya,” kata Kadis Fitri.

Pada momen yang sama, juga dilaksanakan penyerahan bantuan budidaya Kolam Lele Keluarga (Kolega) bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Secara simbolis, paket bantuan diserahkan wali kota kepada perwakilan penerima. Paket bantuan tersebut berupa 2 unit kolam terpal, 2 unit serok panen, 90 kilogram pakan lele, 2 liter probiotik, 1.000 ekor benih ikan lele, dan 1 unit alat grading.

Salah seorang penerima bantuan, Novan mengaku sebelumnya sudah memiliki pengalaman dalam budidaya ikan lele. Dirinya berharap, setelah panen nanti, harga ikan di pasaran tetap bagus sehingga masih memberikan keuntungan dan bisa membantu perekonomian keluarga.

“Banyak teman-teman pembudidaya yang akhirnya gulung tikar. Kalau bisa, harga pakan dibuat lebih terjangkau dan harga jual ke tengkulak jangan terlalu rendah, supaya kami ini masih bisa menikmati sedikit keuntungan, Pak,” harap Novan.

Di akhir kegiatan, dilaksanakan panen bersama, ikan yang dibudidayakan di kolam bioflok milik pokdakan setempat, yakni lele dan gurami. Sebagian hasil panen juga dibeli oleh Ketua Forikan sebagai bentuk dukungan kepada para pembudidaya ikan di Kota Probolinggo. (dp/pin)

BAGIKAN