13 Tampilan Kolosal Musik Dug-Dug dan Ratusan Penari Semarakkan Mango Carnival of Indonesia 2026

2026

MAYANGAN - Gemuruh musik tradisional dug-dug menggema di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo, Jumat (29/10) malam. Sebanyak 13 sanggar seni musik dug-dug tampil secara kolosal dalam Festival Musik Dug-Dug dalam rangkaian Mango Carnival of Indonesia (MCI) 2026. 

Suasana festival semakin semarak ketika masing-masing sanggar menampilkan atraksi musik dug-dug dengan iringan tabuhan perkusi khas yang berpadu dengan gerakan para penari. Penampilan secara bergantian tersebut menghadirkan kekayaan kreativitas dan karakter seni dari masing-masing kelompok.

Kemariahan semakin terasa ketika kelompok Universal Line Dance turut tampil berkolaborasi menghibur masyarakat. Bahkan, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin juga ikut menari, menambah keakraban dan suasana hangat di tengah gelaran festival.

Pembukaan festival turut disaksikan masyarakat yang memadati kawasan stadion untuk menikmati sajian seni musik tradisional kebanggaan Kota Probolinggo. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Evariani menyampaikan penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia merupakan salah satu langkah strategis untuk mengangkat potensi daerah agar dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional.

"Alhamdulillah, hari ini merupakan lanjutan rangkaian acara Mango Carnival of Indonesia. Melalui kegiatan ini, ada salah satu potensi yang sedang kita perjuangkan agar bisa menjadi event nasional. Harapannya, Kota Probolinggo semakin dikenal sebagai kota event dan kota wisata. Tentu kita semua ingin kegiatan seperti ini terus ada dan semakin berkembang," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para pelaku seni musik dug-dug yang tampil secara berjejer dalam satu pertunjukan kolosal. Menurutnya, musik dug-dug merupakan salah satu potensi budaya khas Kota Probolinggo yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan melalui inovasi serta kolaborasi.

Lebih lanjut, Evariani berharap Festival Musik Dug-Dug dapat terus disandingkan dengan Mango Carnival of Indonesia sebagai agenda unggulan daerah. Ia optimistis kolaborasi seni budaya dan potensi unggulan daerah tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kreativitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian.

"Harapan kami, penyelenggaraan festival ini terus dievaluasi dan ditingkatkan inovasinya dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan Mango Carnival of Indonesia ke depan bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara dan menjadi agenda tahunan berskala nasional. Dengan adanya event seperti ini, UMKM semakin berkembang, seni budaya semakin dikenal, dan tentunya dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat," tambahnya.

Ruang Kreativitas bagi Seniman 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Setiorini Sayekti, dalam laporannya menyampaikan Festival Musik Dug-Dug 2026 dikemas berkolaborasi dengan Mango Carnival of Indonesia karena keduanya sama-sama mengangkat potensi lokal yang diharapkan menjadi ikon kebanggaan Kota Probolinggo, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sekaligus kegiatan ini sebagai bentuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga ajang silaturahmi bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya terbaik sekaligus memperkenalkan karakteristik masing-masing kelompok kepada masyarakat.

"Festival kali ini merupakan pertama kalinya. Dari sekitar 15 sanggar yang ada, alhamdulillah 13 sanggar dapat berpartisipasi. Penampilan mereka juga didukung oleh para penari yang merupakan penggiat seni budaya dalam asuhan Bapak Peny Priyono," jelasnya.

Rini menambahkan, festival tersebut dapat menjadi semacam katalog hidup bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai kelompok musik dug-dug di Kota Probolinggo. Dengan begitu, masyarakat yang ingin mengundang atau berkolaborasi dengan kelompok seni tersebut dalam berbagai kegiatan maupun hajatan dapat melihat langsung penampilan dan memilih sesuai selera masyarakat sendiri.

Apresiasi juga turut disampaikan oleh seniman kebanggaan Kota Probolinggo, Peny Priyono. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Probolinggo atas ruang dan kesempatan yang diberikan kepada para pelaku seni untuk turut menyemarakkan Mango Carnival of Indonesia 2026.

"Kami sebagai seniman di Kota Probolinggo merasa mendapatkan apresiasi dan kesempatan untuk tampil dalam kegiatan ini. Harapan kami, Kota Probolinggo terus melestarikan dan mengembangkan keseniannya sendiri. Semoga ke depan para seniman selalu diberikan ruang untuk menuangkan ekspresi dan kreativitas," tuturnya.

Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni budaya, kawasan Stadion Bayuangga juga diramaikan dengan deretan stan UMKM serta berbagai jenis buah mangga yang dipamerkan. Kehadiran stand tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan dan potensi perkebunan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Melalui kolaborasi musik tradisional dug-dug, seni tari, promosi mangga, dan pemberdayaan UMKM, Pemerintah Kota Probolinggo berharap Mango Carnival of Indonesia semakin berkembang menjadi agenda unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan, memperluas promosi potensi daerah, serta membawa kesenian khas Kota Probolinggo semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (Dev/fa)

 

BAGIKAN