345 Atlet Cilik Berbagai Daerah Ikuti Bayuangga Pushbike Street Race 2026

2026

KANIGARAN – Sebanyak 345 atlet cilik meramaikan Bayuangga Pushbike Street Race 2026 yang digelar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, tepat di depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Sabtu (31/10). Event berskala nasional ini diikuti peserta dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan, Bali, hingga sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan komunitas Bayuangga Warrior Pushbike Probolinggo bersama Asosiasi Pushbike Indonesia (ASPINA) Kota Probolinggo, sebagai wadah resmi komunitas olahraga pushbike atau sepeda tanpa pedal di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Probolinggo.

Sebanyak 345 peserta berkompetisi dalam enam kelompok umur berdasarkan tahun kelahiran, yakni 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2024. Peserta termuda berusia dua tahun. Dengan sepeda tanpa pedal, para atlet cilik ini menunjukkan keberanian dan kemampuan menjaga keseimbangan saat melaju di lintasan perlombaan.

Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, membuka secara resmi ajang tersebut. Dalam pernyataannya, istri Wali Kota Aminuddin itu menyampaikan bahwa olahraga pushbike bagi anak usia 2–7 tahun tidak hanya menjadi sarana aktivitas fisik, tetapi juga salah satu upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai (gadget) serta melatih jiwa kompetitif sejak dini.

“Melalui olahraga, anak-anak dapat mengembangkan keberanian, belajar menghadapi tantangan, dan membangun rasa percaya diri dalam suasana yang menyenangkan,” ucapnya.

Penyelenggaraan Bayuangga Pushbike Street Race 2026 juga bertepatan dengan event Mango Carnival of Indonesia 2026. Evariani berharap kehadiran peserta dari berbagai daerah dapat turut memperkenalkan Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah penghasil mangga unggulan. Ia juga mengajak para peserta dan keluarga untuk membawa pulang mangga khas Kota Probolinggo sebagai buah tangan setelah mengikuti perlombaan. 

Sementara itu, Ketua KORMI Kota Probolinggo, Harry Pramono, mengatakan bahwa penyelenggaraan event ini merupakan bagian dari upaya pembinaan atlet pushbike sejak usia dini. Sekaligus bentuk apresiasi kepada atlet-atlet cilik Kota Probolinggo yang telah aktif mengikuti berbagai kompetisi di luar daerah.

“Melalui event ini, kami ingin memberikan ruang bagi atlet-atlet cilik untuk mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman bertanding. Anak-anak Kota Probolinggo juga sudah sering mengikuti kompetisi di berbagai daerah, bahkan tidak sedikit yang berhasil membawa pulang medali kemenangan,” ujarnya.

Ketua ASPINA Kota Probolinggo, Edo, menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Bayuangga Pushbike Street Race 2026 tidak terlepas dari kekompakan komunitas serta dukungan para orang tua yang konsisten mendampingi anak-anak mereka.

“Event ini bisa terlaksana berkat kekompakan para orang tua yang sangat mendukung kegiatan anak-anaknya. Dukungan tersebut penting karena dalam olahraga pushbike, anak-anak membutuhkan pendampingan agar tetap semangat berlatih dan berani mengikuti kompetisi,” kata Edo.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 35 anak binaan pushbike di Kota Probolinggo dengan rentang usia 3–7 tahun. Mereka menjalani latihan rutin di GOR Mastrip setiap Selasa, Kamis, dan Minggu sebagai bagian dari pembinaan kemampuan sebelum mengikuti berbagai ajang perlombaan.

Antusiasme peserta juga terlihat dari keikutsertaan anak-anak yang masih berusia sangat dini. Vivi, salah satu orang tua peserta asal Situbondo yang anaknya lahir pada 2024, mengatakan bahwa Bayuangga Pushbike Street Race 2026 merupakan ajang kedua yang diikuti sang anak.

Menurut Vivi, pada usia tersebut, kemenangan belum menjadi prioritas utama. Hal terpenting adalah memastikan anak tetap nyaman dan memiliki suasana hati yang baik selama mengikuti perlombaan. “Alhamdulillah, selalu bagus mood-nya. Namun, menjaga mood di sini butuh perhatian ekstra,” ungkapnya.

Bagi Vivi, mendampingi anak dalam kompetisi pushbike membutuhkan kesabaran dan perhatian khusus. Selain menjadi pengalaman baru, keikutsertaan dalam perlombaan juga menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenal suasana kompetisi tanpa mengesampingkan kenyamanan dan kebahagiaannya.

Melalui Bayuangga Pushbike Street Race 2026, pembinaan olahraga sejak usia dini diharapkan semakin berkembang. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan bagi Kota Probolinggo untuk memperkenalkan potensi olahraga masyarakat sekaligus mempromosikan kekayaan lokal, khususnya mangga, kepada masyarakat yang lebih luas. (sit/fa)

BAGIKAN