MAYANGAN – Satu kreasi seni modern meriahkan gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026, Sabtu (4/7) malam. Mereka adalah Affenextion, komunitas breakdance yang telah eksis sejak tahun 2011. Kali ini, delapan anggota komunitas tersebut unjuk kebolehan di atas panggung Semipro di Stadion Bayuangga dengan gerakan dan musik yang menghentak. Penampilan luar biasa ini semakin memuncak saat mereka berkolaborasi dengan bintang utama malam itu, DJ Maximoma.
Dalam aksi panggungnya kali ini, Affenextion membawakan lima lagu yang enerjik, di mana tiga di antaranya mereka khususkan untuk kolaborasi bersama DJ Maximoma. Di balik penampilan yang tampak selaras tersebut, terdapat proses latihan yang disiplin. Salah satu anggota Affenextion, Fira menjelaskan bahwa persiapan matang adalah kunci utama mereka. "Kami biasanya ada rutinan tiap minggu sekali untuk menghafalkan gerakan-gerakan baru yang dikasih sama kakak-kakaknya," ujar Fira.
Senada dengan Fira, Safa yang baru bergabung selama delapan bulan dengan komunitas Affenextion tersebut mengakui bahwa tantangan terbesar dalam breakdance adalah menjaga kekompakan saat perform. "Tantangannya kita harus menyamakan detail dan temponya agar kelihatan rapi dan bagus saat tampil di depan orang-orang," ungkap siswi yang baru masuk SMP 5 ini.
Sementara itu, anggota Affenextion lainnya yang juga ikut tampil, Nabila mengatakan bahwa breakdance baginya bukanlah sekadar hobi, melainkan jalan untuk meraih prestasi. Remaja yang baru masuk ke jenjang SMA itu, menceritakan bagaimana kegiatan ini membantunya dalam pendidikan. "Tahun kemarin kami menang juara dua di lomba Semipro, dan sertifikatnya bisa saya gunakan untuk masuk ke sekolah unggulan," kata Nabila yang kini sukses diterima di SMA 2 berkat jalur prestasi tersebut.
Keberhasilan para remaja ini tidak lepas dari sejarah panjang komunitas Affenextion sendiri. Diketahui, komunitas ini berawal dari kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 4 Probolinggo pada tahun 2011. Setelah bertahun-tahun bernaung di bawah sekolah, sejak tahun lalu Affenextion resmi bertransformasi menjadi komunitas umum guna merangkul lebih banyak bakat muda di Kota Probolinggo.
Iza, sang pelatih sekaligus pendiri, menjelaskan visi di balik perubahan status komunitas ini. "Saya ingin nama Affenextion tetap ada meskipun sudah lepas dari SMA 4, maka kami melakukan open rekrutmen untuk anak SD, SMP, SMA, maupun umum yang ingin belajar dance dari nol," jelasnya.
Meski menghadapi tantangan dalam menyatukan jadwal seluruh anggotanya yang berasal dari latar belakang sekolah berbeda, Iza tetap optimis bisa membawa tim binaannya ke ajang nasional bahkan internasional. Iza juga berharap penampilan di Semipro ini dapat mengikis pandangan negatif terhadap seni tari modern. "Saya ingin menunjukkan kalau dance ini adalah seni dan olahraga. Saya ingin dance di Kota Probolinggo dikenal banyak orang dan tidak lagi dianggap remeh," tegasnya.
Apresiasi pun datang dari penonton Semipro 2026, salah satunya Eka, yang mengaku terkesan dengan potensi remaja Kota Probolinggo itu. "Ini pertama kali saya melihat ada kreativitas luar biasa dari anak muda Probolinggo melalui breakdance. Bisa menjadi alternatif seni sekaligus olah fisik yang sangat positif untuk terus dikembangkan," puji Eka usai menyaksikan pertunjukan tersebut.
Gelaran Semipro 2026 sendiri akan berlangsung selama 10 hari, mulai Jumat (3/7) hingga Minggu (12/7). Beragam hiburan, kuliner khas, dan aktivitas kreatif lainnya siap mengisi liburan warga Kota Probolinggo, menjadi lebih seru dan berkesan. (dp/pin)



