Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkot Probolinggo Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Tanggap Bencana

2026

KANIGARAN – Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir selama musim hujan, Pemerintah Kota Probolinggo bersama TNI-Polri dan instansi terkait menggelar Apel Sinergitas Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Kota Probolinggo Tahun 2026/2027, Jumat (6/11), di depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman.

Apel dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan dihadiri Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Ribut Yodo Apriantono, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Lucky Permana Putra, perwakilan Kejaksaan Negeri, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Boedi Harjanto, serta kepala perangkat daerah.

Sebanyak 140 personel mengikuti apel, terdiri atas unsur Polres, Kodim, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), BPBD, relawan kebencanaan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.

Dalam arahannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, baik personel, peralatan maupun kendaraan operasional.

“Memasuki musim hujan, kita harus meningkatkan kesiapsiagaan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Sinergi antarinstansi menjadi kunci agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat, serta terkoordinasi,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh elemen terkait memperkuat kerja sama dalam penanggulangan bencana, mengoptimalkan sistem peringatan dini (early warning system), meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta melakukan pemetaan risiko dan wilayah rawan bencana.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya diukur dari kelengkapan personel dan peralatan, tetapi juga dari pemahaman setiap unsur terhadap tugas, fungsi, dan kewenangannya ketika terjadi bencana.

“Saya berharap, seluruh pihak semakin siap, cepat, dan tanggap dalam merespons setiap potensi maupun ancaman bencana di Kota Probolinggo. Penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama, sehingga keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Wali kota juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana. Partisipasi masyarakat dinilai penting, mulai dari mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing hingga memahami langkah-langkah pengurangan risiko.

“Bencana pada hakikatnya merupakan urusan bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi secara proporsional dalam upaya penanggulangan bencana, dengan mengenali bahayanya dan mengurangi risikonya,” tambahnya.

Kegiatan diakhiri dengan pengecekan langsung kesiapan personel, peralatan kebencanaan, kendaraan operasional, hingga perbekalan yang akan digunakan dalam kondisi darurat. Pemeriksaan dilakukan oleh Wali Kota bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan untuk memastikan seluruh dukungan operasional siap digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dengan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak, Pemkot Probolinggo berharap risiko serta dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.(vv/pin)

BAGIKAN