Arabian Night Semipro, Seni Islami dan Budaya Lokal Bersatu Di Stadion Bayuangga

2026

MAYANGAN – Gemerlap cahaya berpadu dengan irama hadrah dan tarian penuh semangat mewarnai suasana Stadion Bayuangga pada malam kelima Semipro 2026, Selasa (7/7). Mengusung tema Arabian Night, panggung Semipro sukses menghadirkan suguhan seni budaya yang memikat ratusan pasang mata.

Semipro yang telah menjadi agenda tahunan sejak 2009 terus menunjukkan konsistensinya sebagai ruang promosi potensi daerah. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, Semipro juga menjadi wadah pelestarian seni dan budaya, penguatan ekonomi kerakyatan melalui pameran UMKM, promosi kuliner khas, hingga pelestarian tradisi masyarakat Kota Probolinggo.

Suasana semakin semarak ketika tepuk tangan penonton mengiringi setiap penampilan para pelajar tingkat SD/MI/SMP dan pondok pesantren. Berbagai atraksi memukau ditampilkan, mulai dari Senam Cipta Kreasi dari SD Muhammadiyah Plus, Tari Sidonderan dari SD Pilang 3, Tari Nyikem dari SD Triwung Kidul 1, hingga Tari Saman dari SD Mangunharjo 4.

Arabian Night semakin lengkap dengan Parade Musik Hadrah yang menampilkan seni hadrah dari Pondok Pesantren Roudhotul Muta'allimin, MI Kahasri, dan Taman Siswa. Penampilan yang sarat nilai religius tersebut berhasil memadukan unsur seni, budaya, dan dakwah dalam balutan pertunjukan yang menghibur.

Pembimbing seni hadrah MI Kahasri dan Pondok Pesantren Roudhotul Muta'allimin, M. Sukho, menilai Semipro memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi festival seni budaya yang semakin inklusif. Menurutnya, ruang ekspresi seni bernuansa Islami dapat diperluas agar tidak hanya menampilkan hadrah maupun tari saman.

"Semipro memiliki potensi menjadi panggung rakyat yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Ke depan, saya berharap komunitas musik gambus, kelompok majelis taklim, maupun komunitas seni Islami lainnya juga dapat diberi ruang untuk tampil. Dengan begitu, Semipro tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pembinaan bakat, silaturahmi, sekaligus media memperkenalkan seni budaya Islami kepada masyarakat luas," ujarnya.

Menurut Sukho, semakin banyak komunitas yang dilibatkan, maka semakin besar pula kesempatan masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam sebuah perayaan kota yang inklusif dan membanggakan.

Ke depan, penyelenggaraan Semipro diharapkan semakin berkualitas, mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya tarik Kota Probolinggo sebagai destinasi wisata berbasis seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Rina (35), warga Kelurahan Jati, mengaku selalu menantikan gelaran tahunan tersebut. "Selain anak-anak bisa menikmati masa liburan sekolah dengan banyak hiburan di sini, saya bisa kembali menikmati makanan tradisional sambil juga mencoba kuliner-kuliner baru," tuturnya.

Masih banyak rangkaian acara menarik yang akan hadir hingga penutupan Semipro di 12 Juli mendatang. Pemerintah Kota Probolinggo mengajak seluruh masyarakat untuk datang menikmati pertunjukan seni budaya, berburu kuliner khas, berbelanja produk UMKM lokal, sekaligus menjadi bagian dari semangat membangun Kota Probolinggo yang kreatif, berbudaya, dan semakin maju. (mir/fa)

 

BAGIKAN