Awali Rangkaian Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, Wali Kota – Wawali Ziarah Makam Pendahulu

2026

MAYANGAN – Menjelang Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 Tahun 2026 yang diperingati pada 4 September, Wali Kota Aminuddin, Wawali Ina Dwi Lestari, Sekda Budiono Wirawan serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo ziarah ke makam para pemimpin Kota Probolinggo terdahulu, Kamis (3/9) pagi.

Ziarah makam dilaksanakan terpisah. Wali Kota Aminuddin ke makam Raden Djojonegoro (Kanjeng Djimat) di Jalan dr Moch. Saleh Kelurahan Sukabumi. Disana terdapat makam Wali Kota Probolinggo ke-17, H. Soeprapto, yang menjabat pada periode 1993-1998. Dan, ziarah juga dilakukan ke makam Koentjoro Soehadi, Wakil Wali Kota Probolinggo periode 2003-2008 yang meninggal dunia pada 2018 lalu.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam perjalanan pembangunan Kota Probolinggo.

Wali Kota Aminuddin mengatakan, ziarah makam para pemimpin terdahulu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Hari Jadi Kota Probolinggo. “Ini salah satu kegiatan rutin tahunan dalam rangka hari ulang tahun Kota Probolinggo. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo yang jatuh pada 4 September ini kita awali dengan kegiatan ziarah kepada para sesepuh, para pendahulu, baik wali kota maupun wakil wali kota,” ujarnya.

Menurut Dokter Aminuddin – sapaan wali kota, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan atas jasa para pemimpin terdahulu yang telah turut membangun Kota Probolinggo. “Kita memberikan penghormatan atas jasa-jasa beliau selama menjabat dan tentu dalam rangka membangun Kota Probolinggo,” tuturnya.

Wali kota menegaskan, pembangunan Kota Probolinggo merupakan sebuah proses yang harus terus dilanjutkan secara berkesinambungan. Setiap kepemimpinan, katanya, memiliki peran dalam meletakkan dasar dan tahapan pembangunan yang menjadi pijakan bagi kepemimpinan berikutnya.

“Pembangunan Probolinggo ini harus terus kita lanjutkan. Jadi apa yang tidak dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita, kita teruskan lagi sehingga betul-betul nanti tahapan-tahapan atau milestone pembangunan ini berlanjut dan berlangsung,” tegasnya.

Aminuddin berharap kesinambungan pembangunan tersebut pada akhirnya mampu membawa Kota Probolinggo menuju kondisi masyarakat yang semakin sejahtera, berkeadilan dan makmur. “Sehingga menuju Kota Probolinggo yang adil dan makmur,” pungkasnya.

Selain ziarah di kompleks makam Raden Djojonegoro, rangkaian penghormatan kepada para pendahulu juga dilaksanakan di ziarah ke makam almarhum HM Buchori, Wali Kota Probolinggo 2 periode, yakni tahun 2004–2009 dan 2009–2014, yang dimakamkan di Makam Muslim Brantas, Jalan Brantas, Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan.

Dalam ziarah tersebut, tampak hadir Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, anak kedua almarhum HM. Buchori. Kehadiran Ina menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk mengenang sekaligus mendoakan almarhum yang pernah memimpin Kota Probolinggo selama dua periode.

Kegiatan diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Rais Syuriah PCNU Kota Probolinggo KH. Abdul Wahid. Suasana berlangsung khidmat, dengan para peserta mengikuti rangkaian doa sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada almarhum.

Sementara itu, Sekda Budiono Wirawan bersama kepala perangkat daerah takziah ke makam umum Cangkring, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Tempat disemayamkannya Wakil Wali Kota Probolinggo periode 2019 – 2024 Mochammad Soufis Subri. (es/dy/fa)

BAGIKAN