Bakau to Bakau Fun Ride, Susuri Potensi Wisata Pesisir Kota Probolinggo

2026

MAYANGAN – Minggu (4/10) pagi, pesisir Kota Probolinggo kembali menjadi jalur petualangan bersepeda bagi Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Bedanya, kali ini ia bersepeda bareng sang istri, dr. Evariani menyusuri jalur pesisir sekaligus melihat dari dekat potensi wisata yang tersembunyi dibalik rimbunnya hutan bakau.

Bakau to Bakau Fun Ride ditempuh dengan jarak sekitar lima kilometer. Rombongan berangkat dari kawasan Pantai T10 JLU, Kelurahan Mangunharjo, kemudian melewati jalur hutan bakau Ketapang dan berakhir di kawasan hutan bakau Pantai Permata Pilang.

Tidak hanya berdua, perjalanan pagi itu diikuti puluhan peserta. Antara lain Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, para asisten, kepala perangkat daerah, camat hingga lurah setempat. Bagi Aminuddin, perjalanan tersebut bukan sekadar olahraga bersama. Dari atas sepeda, ia melihat sebuah potensi yang menurutnya layak dikembangkan menjadi bagian dari wajah wisata Kota Probolinggo.

“Saya punya mimpi, Bakau to Bakau ini nantinya benar-benar menjadi satu kawasan yang indah. Lorong hutannya bisa dilewati dengan nyaman, kemudian ada anjungan yang bisa menjadi tempat menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam,” ujar Aminuddin.

Ia membayangkan lorong bakau di Pantai Permata Pilang dapat ditata sehingga pepohonan bakau tumbuh dan membentuk koridor hijau yang menyatu, sebagaimana suasana yang telah terlihat di kawasan bakau Ketapang.

Jalur yang ada juga akan dibuat lebih lebar agar nyaman dilalui sepeda maupun pengunjung. Sementara anjungan kayu yang sudah ada di kawasan tersebut akan dibenahi dan diperpanjang dalam waktu dekat.

Menurut Aminuddin, penataan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengubah karakter alami kawasan, melainkan memperkuat fungsi bakau sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menarik.

“Bakau ini bukan hanya untuk melindungi laut. Kalau kita tanam lebih banyak, kita rawat dan kita tata dengan baik, kawasan pantainya juga akan semakin indah. Fungsi ekologisnya tetap jalan, tetapi potensi wisatanya juga bisa berkembang,” katanya.

Aminuddin bahkan membayangkan lorong bakau tersebut nantinya menjadi salah satu ruang yang menarik bagi masyarakat, terutama generasi muda. Jalur hijau di antara pepohonan bakau dapat menjadi tempat berjalan, bersepeda maupun berburu foto dengan suasana alam yang khas.

Sementara itu, dr. Evariani Aminuddin yang juga merupakan Ketua TP PKK Kota Probolinggo, terlihat menikmati perjalanan tersebut. Hobi “mbolang” membuatnya justru merasa senang ketika diajak menyusuri kawasan yang belum banyak dieksplorasi.

“Saya memang senang mbolang dan melihat tempat-tempat baru. Tadi menyusuri kawasan bakau ini ternyata menyenangkan. Kita bisa melihat bahwa ternyata di sekitar kita masih banyak potensi yang bisa dikembangkan,” ungkap Evariani.

Menurutnya, potensi wisata pesisir tidak harus selalu berbentuk destinasi besar. Kawasan yang sederhana pun bisa menjadi menarik ketika ditata dengan baik dan dikemas sebagai ruang yang nyaman bagi masyarakat.

“Misalnya area T10 ini dibersihkan dan dirapikan, bisa menjadi alternatif untuk rapat di ruang terbuka. Tidak harus selalu di dalam ruangan. Bisa juga menjadi tempat keluarga refreshing. Apalagi kalau ada kuliner ikan laut, kemudian UMKM juga dilibatkan. Saya kira akan menarik,” ujarnya.

Konsep tersebut, menurut Evariani, sekaligus dapat membuka ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kuliner hasil laut, produk UMKM dan aktivitas wisata dapat berjalan beriringan sehingga kawasan pesisir tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Senada dengan itu, Wali Kota Aminuddin mengajak Pokmaswas dan Pokdarwis di kawasan Pantai Permata Pilang untuk segera bergerak bersama PD terkait. Langkah awal dapat dilakukan melalui kerja bakti menjaga dan memperbaiki kawasan, termasuk menyiapkan pasir dalam karung untuk menghalau air dan menjaga area sekitar lorong agar tidak mudah rusak.

“Tidak harus menunggu semuanya sempurna. Kita mulai dari yang bisa dilakukan bersama. Pokdarwis, Pokmaswas, PD dan masyarakat bergerak bersama. Kalau dirawat bersama, kawasan ini akan menjadi milik dan kebanggaan bersama,” tegasnya.

Dari Bakau to Bakau Fun Ride ini banyak yang dapat dieksplore. Bakau yang selama ini dikenal sebagai pelindung pantai, bisa sekaligus menjadi lorong hijau untuk berwisata. Tambak dapat disulap menjadi ruang terbuka. Kuliner laut dan UMKM bisa tumbuh di dalamnya. Dan masyarakat menjadi bagian utama dari pengelolaannya. (Yul/fa)

 

BAGIKAN