Belajar di Luar Kelas, Siswa SDN Kebonsari Kulon 1 Jelajahi Destinasi Bersejarah Kota Probolinggo

2026

KANIGARAN – Belajar sejarah tak harus selalu di dalam kelas. Sebanyak 54 siswa kelas 2 SDN Kebonsari Kulon 1 Kota Probolinggo menjelajahi sejumlah destinasi ikonik kota, mulai dari Wisata Kota Probolinggo, Museum, Gereja Merah, Alun-alun, hingga PDAM, untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya kota mereka.

Kegiatan outing class tersebut menjadi sarana pembelajaran yang mengajak siswa mengenal lingkungan sekitar secara langsung. Dengan mengunjungi berbagai destinasi, para siswa tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar tentang sejarah, perkembangan kota, serta kekayaan budaya yang menjadi bagian dari identitas Kota Probolinggo.

Kepala SDN Kebonsari Kulon 1, Fitri Kamsinah, turut mendampingi para siswa bersama lima guru pendamping. Mereka mengarahkan siswa selama kunjungan ke setiap lokasi agar kegiatan berjalan tertib sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

Menurut Fitri, outing class menjadi salah satu cara untuk memperluas wawasan siswa melalui pengalaman langsung. Pengenalan terhadap sejarah dan budaya daerah sejak usia dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kecintaan anak-anak terhadap kota tempat mereka tinggal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenal Kota Probolinggo lebih dalam, mulai dari sejarah masa lampau, bangunan bersejarah, hingga budaya yang menjadi bagian dari identitas kota. Kami berharap mereka tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru dan tumbuh rasa cinta terhadap Kota Probolinggo,” ujarnya saat ditemui di Museum Probolinggo, Selasa (13/10).

Kegiatan ini digelar atas kerja sama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Probolinggo berkolaborasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Sekaligus mendapat support dari PO Mila Sejahtera Kota Probolinggo.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Roy Rianto Gunadi menyatakan, kegiatan sinergi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang tidak membebani wali murid secara finansial.

“Siswa dapat belajar langsung dari alam dan lingkungan sekitar dengan metode yang menyenangkan, tidak monoton. Mempererat kebersamaan, kemandirian dan kerja sama antar siswa melalui kegiatan games edukatif. Sekaligus menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan menambah wawasan baru tanpa harus pergi jauh dengan biaya mahal,” jelasnya. 

Tidak hanya outing class, lanjut Ketua KADIN, kegiatan ini juga berhubungan dengan tema kokurikuler sekolah di masing-masing kelas. Di SDN Kebonsari Kulon 1 ini misalnya, tema kokurikuler hemat air, maka tempat yang dituju tidak hanya cagar budaya tetapi juga mengunjungi Menara Air dan TWSL. “Anak-anak juga mendapat oleh-oleh ikan siap goreng untuk meningkatkan kecerdasan anak sekaligus menggalakan gemar makan ikan,” imbuh Roy. 

Pemilihan destinasi yang beragam memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat sisi lain Kota Probolinggo. Melalui pembelajaran di luar kelas ini, siswa diharapkan lebih mudah memahami materi karena dapat melihat langsung objek yang dipelajari. Pengalaman tersebut juga menjadi upaya menanamkan kepedulian terhadap sejarah, budaya, dan lingkungan daerah sejak dini. (sit/fa)

BAGIKAN