MAYANGAN - Upaya Pemerintah Kota Probolinggo mengembangkan potensi wisata berbasis lingkungan terus berlanjut. Setelah sebelumnya meninjau jalur Bakau to Bakau, Wali Kota Probolinggo Aminuddin kembali turun langsung melakukan kerja bakti di kawasan Wisata Studi Konservasi Pantai, Jumat (18/9) pagi.
ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo punya plot sesuai nama perangkat daerah masing-masing. Pembersihan di aset milik Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) setempat ini dilakukan dengan ekstra. Luasan lahannya sekitar setengah hektar.
Sejumlah peralatan, mulai dari alat berat, mesin gergaji hingga mesin pemotong rumpu digunakan karena kondisi kawasan yang cukup rimbun dan dipenuhi tumbuhan liar serta semak belukar. Penggunaan peralatan kerja bakti manual tidak bisa maksimal.
Pembersihan ini dilakukan, kata Wali Kota Aminuddin, merupakan upaya pemerintah untuk menata dan mengoptimalkan aset serta potensi yang dimiliki daerah agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kawasan ini kita bersihkan karena nantinya akan menjadi tambahan destinasi wisata lokal di Kota Probolinggo. Kita ingin kawasan ini bisa ditata dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga tidak hanya menjadi kawasan konservasi, tetapi juga memiliki nilai wisata,” ujar Dokter Aminuddin - sapaannya.
Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah menjadikan kawasan tersebut sebagai rest area sekaligus ruang aktivitas wisata alam. Kawasan ini juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan suasana hutan mangrove dengan pemandangan kolam-kolam pertambakan.
“Saya ingin nantinya di sini bisa menjadi rest area. Bisa juga dimanfaatkan untuk kegiatan seperti perkemahan, dengan suasana hutan bakau dan pemandangan kolam pertambakan. Jadi masyarakat bisa menikmati wisata alam sekaligus melihat potensi lingkungan yang kita miliki,” jelasnya.
Pengembangan kawasan tersebut, lanjut wali kota, akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan karakter kawasan konservasi. Penataan diharapkan dapat menciptakan ruang wisata yang nyaman tanpa menghilangkan fungsi lingkungan dan keberadaan ekosistem mangrove.
Tidak hanya melakukan pembersihan kawasan, kegiatan kerja bakti juga diisi dengan penanaman bibit bakau. Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin turut ambil bagian dalam penanaman sebagai upaya menjaga keberadaan ekosistem mangrove sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang konservasi.
Kehadiran jajaran pemerintah termasuk Wawali Ina Dwi Lestari dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga lingkungan melalui aksi nyata. Pengembangan kawasan wisata mangrove nantinya diharapkan dapat menjadi satu kesatuan dengan konsep Bakau to Bakau yang sebelumnya telah ditinjau bersama jajaran Pemkot Probolinggo. (Dev/fa)
