Bersama Gubernur Khofifah, Wali Kota Aminuddin Salurkan Beasiswa Afirmasi dan Tinjau Pameran SIKAP di Kota Probolinggo

2026

KADEMANGAN – Komitmen pemerintah dalam memastikan keberlanjutan pendidikan bagi seluruh anak bangsa terus diperkuat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penyaluran bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi sekaligus pelaksanaan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di SMKN 4 Kota Probolinggo, Selasa (3/11).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK Dokter Evariani Aminuddin, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta perwakilan satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Probolinggo.

Sebanyak 204 siswa menerima bantuan biaya pendidikan afirmasi dengan alokasi masing-masing sebesar Rp 1 juta. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program bantuan pendidikan afirmasi merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terkendala persoalan ekonomi.

“204 siswa penerima bantuan berasal dari desil 1 sampai 4. Kita harapkan tidak ada alasan mereka kemudian berhenti atau putus sekolah karena persoalan ekonomi, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan,” ungkap Khofifah.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui Bank Jatim dengan mekanisme pencairan secara tunai kepada masing-masing penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyaksikan secara langsung proses penyaluran bantuan sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan murid.

Menurutnya, program afirmasi ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik.

Pameran Karya dan Produk Unggulan

Selain meninjau penyaluran bantuan pendidikan, kunjungan tersebut juga diwarnai pameran karya dan produk unggulan peserta didik dari 11 satuan pendidikan di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Probolinggo. Beragam hasil kreativitas siswa ditampilkan, mulai dari olahan pangan, tanaman hias, hingga budidaya ikan beserta berbagai produk turunannya.

Pameran ini menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas, keterampilan, serta hasil pembelajaran berbasis praktik yang dikembangkan di lingkungan sekolah. Berbagai produk yang ditampilkan juga mencerminkan potensi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada pemanfaatan sumber daya di sekitarnya.

Kegiatan tersebut memperkuat implementasi Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan), yang mendorong satuan pendidikan untuk berkontribusi dalam membangun ketahanan pangan melalui pemanfaatan lingkungan dan media tanam yang tersedia.

Khofifah menyampaikan bahwa Program SIKAP dikembangkan di berbagai satuan pendidikan di Jawa Timur, mulai dari SMA, SMK, hingga SLB, baik negeri maupun swasta. Sekolah didorong untuk mengoptimalkan potensi lingkungan masing-masing sebagai media pembelajaran sekaligus sarana menghasilkan produk pangan.

“Kita harapkan bahwa ketahanan pangan bisa kita maksimalkan melalui media tanam yang memungkinkan. Jadi, kalau tidak ada lahan langsung, bisa memanfaatkan pot, polybag, dan berbagai media tanam lainnya,” tutur Khofifah.

Ia mencontohkan sejumlah komoditas yang dapat dibudidayakan di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan media tanam sederhana. Di antaranya kentang, daun bawang, tomat, cabai, dan terong yang dapat tumbuh dengan baik melalui metode penanaman menggunakan polybag.

“Sekolah itu menjadi bagian dari pembelajaran dan penguatan terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia. Langkah ini dimulai dari sekolah-sekolah di Jawa Timur,” tambahnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan Program SIKAP, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon secara serentak bersama para guru dan murid. Gubernur Khofifah bersama Wali Kota Dokter Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, dan Ketua TP PKK menanam bibit pohon alpukat. 

Sebanyak 100 pohon ditanam, terdiri dari pohon alpukat, mangga, dan kelengkeng. Penanaman ini tidak hanya menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga merupakan langkah untuk mengoptimalkan lingkungan sekolah agar lebih hijau dan produktif. (mir/fa)

 

BAGIKAN