KEDOPOK – Wali Kota Probolinggo Aminuddin menanam bibit mangga dan anggur di demplot pertanian Kelurahan Jrebeng Lor, Selasa (7/4) pagi. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen bersepeda saat bekerja, setelah terbitnya Surat Edaran Wali Kota Probolinggo Nomor 100.3.4.3/189/425.001/2026 tentang Antisipasi Dampak Geopolitik Global terhadap Pasokan Bahan Bakar Minyak, tertanggal 18 Maret 2026.
Setibanya di lokasi, Aminuddin tampak bersemangat menyapa warga yang telah menunggu. Ia kemudian langsung bergabung menanam pohon mangga bersama masyarakat. Antusiasme warga begitu tinggi. Mereka menyambut hangat kehadiran wali kota. Usai penanaman mangga, kegiatan dilanjutkan menanam anggur.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, Trilliya A menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali identitas Kota Probolinggo sebagai kota mangga dan anggur, sekaligus mengembangkan demplot sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Selain itu, pengembangan ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan perekonomian daerah. “Melalui demplot ini, masyarakat dapat belajar budidaya mangga dan anggur yang benar, sekaligus menjadi pusat pengembangan dan pembibitan,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut ditanam sebanyak 80 pohon mangga yang terdiri dari 48 varietas manalagi dan 32 varietas arum manis. Sementara itu, tanaman anggur sebanyak 48 pohon dari berbagai varietas seperti Prabu Bestari, Probolinggo Biru, Jupiter, Ninel, dan Transfiguration.
Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, Pemkot Probolinggo juga telah melaksanakan pengembangan tanaman anggur di 11 perangkat daerah, 3 kecamatan, dan 20 kelurahan dengan total 200 pohon anggur.
Demplot pertanian di Kelurahan Jrebeng Lor memiliki luas total 0,68 hektare yang terbagi menjadi dua bagian. Demplot mangga seluas 0,42 hektare dengan 80 pohon, sedangkan demplot anggur seluas 0,26 hektare, di mana 0,16 hektare telah tertanami sekitar 150 pohon dari berbagai varietas.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menyampaikan eksistensi tanaman mangga dan anggur di Kota Probolinggo mulai menurun, sehingga perlu upaya serius untuk menghidupkannya kembali. Ia menargetkan kawasan demplot tersebut menjadi percontohan sekaligus pusat pembibitan.
“Kurang lebih tiga perempat hektare ini kita penuhi dengan mangga dan anggur, agar menjadi ikon dan percontohan. Nanti kita siapkan panen raya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan tanaman agar dapat tumbuh optimal dan berkelanjutan. Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi sentra yang mampu menyediakan mangga dan anggur sepanjang waktu serta memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai daerah penghasil buah unggulan. (sit/fa)



