WONOASIH – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan di Kota Probolinggo sedang berlangsung sejak 19 Januari hingga 28 Januari mendatang. Untuk memantau jalannya musrenbang kelurahan, Wawali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari membuka kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Jumat (23/1).
Musrenbang penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Kota Probolingo tahun 2027 ini diikuti peserta dari elemen masyarakat seperti RT, RW, LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), Karang Taruna, KDK (Kelompok Disabilitas Kelurahan), tokoh agama, tokoh masyarakat serta perangkat daerah terkait.
Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan menjelaskan, sebelum musrenbang kelurahan, Kelurahan Kedunggaleng telah melalui sosialisasi musrenbang dan pra musrenbang yang diikuti perwakilan elemen masyarakat. Hasilnya, jumlah usulan yang diajukan di lingkup bidang infrastruktur dan pengembangan wilayah ada 36 usulan; bidang pemerintahan dan pembangunan manusia 7 usulan dan bidang ekonomi 5 usulan.
“Usulan ini nantinya akan kami kawal bersama LPM dan Pak Lurah untuk sampai di musrenbang kecamatan dan musrenbang tingkat kota. Yang perlu kami sampaikan, hasil usulan masyarakat, besar harapan kami dari sisi kewilayahan adalah apa yang kami usulkan, di tahun 2027 bisa direalisasikan,” harap Camat Eko.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan kondisi sungai besar di Kedunggaleng yang jika keadaan sungai meluap maka berdampak banjir di sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Salah satu titik plengsengan sungai mengalami rusak sehingga perlu dilakukan perbaikan. Namun, perbaikan tersebut bukan kewenangan dari Pemkot Probolinggo.
Kendala lain yang disampaikan adalah masih kurangnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara di wilayah Kecamatan Wonoasih. Sehingga masih banyak masyarakat yang membuang ke sungai, membuat juglangan karena TPS yang terbatas. “Kontainer mayoritas digunakan untuk Pasar Wonoasih. Kami pernah usulkan tambahan TPS tapi masih belum ada tindaklanjut,” terang Eko.
Wawali Ina menyampaikan, banyak aspirasi yang disampaikan tetapi harus diseleksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, kondisi realisasi hasil musrenbang tidak sepenuhnya dapat dipenuhi karena minimnya kucuran anggaran dari pusat.
“Tugas kami di pemerintahan menjalankan amanah untuk masyarakat urusan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kalau tiga ini sudah dijalankan, seandainya ada bonus anggaran, maka yang lain bisa dijalankan. Tapi, kucuran anggaran terbatas dari pusat sehingga ada seleksi-seleksi yang harus diprioritaskan,” jelas Ina.
Ia menegaskan bahwa musrenbang bersifat terbuka dan banyak elemen masyarakat yang terlibat didalamnya. “Saya berharap Bapak/Ibu memantau kami dalam pemerintahan melalui aspirasi yang disampaikan dalam musrenbang. Kondisi saat ini dana kelurahan terbatas, dana TKD (Transfer ke Daerah) berkurang, pos-pos anggaran terbatas sedangkan banyak yang dijalankan. Untuk bantuan, harus merata di seluruh kota, wilayah selatan juga perlu mendapat perhatian,” tutur wawali.
Terkait persampahan, Wawali Ina meminta Camat Wonoasih segera bersurat. Katanya, masyarakat tidak bisa mengandalkan TPA Bestari karena volume sampah sudah membludak. Ia pun menyerukan sebelum dibuang ke TPS/TPA harus ada pemilahan sampah, aktifkan bank sampah di semua wilayah.
“Karena sampah ini bernilai ekonomis. Kami membutuhkan kerja sama Bapak/Ibu sekalian, mari kita mulai dari skala rumah tinggal dulu. Dipilah sampah plastiknya, kemudian ditabung di Bank Sampah lalu ditukar emas. Itu bisa dan ada,” ajak wawali yang suka blusukan ini.
Usai membuka musrenbang, Wawali Ina bersama Sekretaris Bapperida Gofur Effendi, Camat Wonoasih Eko Candra dan Lurah Kedunggaleng langsung meninjau kondisi plengsengan sungai yang dikeluhkan. Selain plengsengan, kondisi pagar jembatan di sungai sudah harus diperbaiki.
Tidak hanya memantau plengsengan dengan melewati pematang sawah, Wawali Ina juga sempat berbincang dengan warga RW 4 yang sedang menjemur jagung. Ya, Kedunggaleng dikenal dengan Kampung Marningnya. Warga pun mengeluhkan banjir saat air sungai meluap. (fa/pin)



