MAYANGAN - Pemerintah Kota Probolinggo terus mendorong transformasi digital secara masif sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter generasi muda sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan tidak hanya meningkatkan kemudahan akses informasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang cerdas, beretika dan mampu bersaing di era digital.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo Aminuddin, saat membuka Sarasehan Pemuda Lintas Agama bertajuk “Digitalisasi Berkarakter: Penguatan Literasi dan Jurnalisme Digital sebagai Fondasi Generasi Muda Lintas Agama Kota Probolinggo yang Cerdas, Beretika dan Berdaya Saing”, Jumat (18/9), di Aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo.
Di hadapan sekitar 50 peserta, wali kota menekankan pentingnya penguatan literasi digital agar generasi muda mampu memanfaatkan ruang siber secara positif, kreatif dan tetap menjunjung etika.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memilah dan mengolah informasi. Generasi muda, kata Dokter Aminuddin – sapaan wali kota, memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat melalui penyebaran informasi yang benar dan konten yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui peluncuran super aplikasi bernama B-Link, Bersolek Link, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi penting serta data kota dengan lebih mudah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, transformasi digital juga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemuda lintas agama. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk turut mengisi ruang digital dengan konten-konten yang edukatif, inspiratif dan membangun.
Tidak hanya pada aspek informasi, transformasi digital juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Probolinggo terus membuka ruang kerja sama dalam penyediaan modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga pemanfaatan teknologi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo Ahmad Hudri, dalam laporannya mengajak para peserta untuk terus meningkatkan penguasaan terhadap teknologi informasi. Kemampuan tersebut dinilai penting, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital.
“Langkah ini sangat krusial guna melawan penyebaran hoaks, terutama terkait isu agama dan kesehatan yang sering mendominasi internet,” tuturnya.
Sarasehan tersebut menghadirkan dua narasumber. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo, Lucia Aries Yuliyanti, menyampaikan materi “Smart City, Smart Generation: Sinergi Pemkot dan Pemuda Lintas Agama dalam Ekosistem Digital di Kota Probolinggo.” Sementara narasumber kedua adalah penggiat literasi digital Kommitlab, Amir Hamzah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bakesbangpol Son Haji, Ketua KPU Radfan Faisal, Kepala Kantor Kementerian Agama Didik Kurniawan, serta PD Muhammadiyah Dahwan Iksan. (dy/fa)
