MAYANGAN - Senam berjudul "Rukun Sama Teman" dari murid TK Negeri Pembina menyambut kehadiran Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, di halaman sekolah setempat, Kamis (16/7) pagi. Kunjungan Bunda PAUD tersebut dalam rangka mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK yang beralamat di Jalan Raden Wijaya itu. Tidak sendiri, turut mendampingi pula Bunda PAUD Kecamatan Mayangan, Bunda PAUD Kelurahan Wiroborang, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.
Tema MPLS kali ini adalah Cerita Pertama di Hari Baru Bersama Bunda PAUD Kota Probolinggo, MPLS Ramah untuk Kota Probolinggo Bersolek, Hari Baru, Aman, dan Nyaman di Sekolah.
Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD hadir untuk mendongeng mengenalkan budaya kesenian khas Kota Probolinggo, yakni Jaran Bodag, melalui properti kuda tiruan. “Nah, kalau ini namanya Jaran Bodag. Siapa yang mau nari Jaran Bodag? Semua bisa ya?,” ujar Bunda Eva saat memperkenalkan kesenian tersebut kepada para murid.
Usai mendongeng, Bunda PAUD mengajak seluruh anak-anak untuk mempraktikkan Tari Jaran Bodag lengkap dengan propertinya. Dirinya memberikan instruksi sederhana agar anak-anak mudah mengikuti gerakan tersebut. “Kita coba yang sederhana saja ya. Nanti jalannya loncat-loncat tiga kali. Satu, dua, tiga berhenti. Satu, dua, tiga berhenti,” instruksi Bunda PAUD sembari memimpin barisan murid.
“Ayo, siapa yang mau latihan Jaran Bodag bersama-sama? Satu, dua, tiga. Sudah bisa semuanya?,” ajaknya penuh semangat yang disambut sorak ceria anak-anak.
Selepas menari bersama, Bunda PAUD kembali menekankan manfaat aktivitas fisik seperti menari Jaran Bodag, salah satunya untuk kesehatan dan menambah teman. “Kalau kita olahraga pakai jaran terus loncat-loncat, kita bisa tinggi dan kuat. Jadi di rumah tidak boleh banyak nonton TV, tapi bermain bersama teman-teman. Kalau kita banyak teman, kita jadi senang,” pesan dokter Eva kepada anak-anak.
Di akhir acara, Bunda PAUD bersama dengan para murid menempelkan daun harapan pada media visual edukasi Pohon Harapan Anak Hebat sebagai penanda dimulainya perjalanan pendidikan anak-anak. Kegiatan ditutup dengan lagu “Kalau Kau Suka Hati” serta sesi foto bersama.
Sementara itu, ditemui usai kegiatan, Kepala Sekolah TK Negeri Pembina, Halipa, menyampaikan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027 ini sekolahnya menerima 56 murid baru, dengan total keseluruhan peserta didik mencapai 92 anak yang terbagi dalam enam rombongan belajar.
Terkait pelaksanaan MPLS, Halipa menjelaskan bahwa kegiatannya telah disesuaikan dengan ketentuan pemerintah untuk memastikan kenyamanan anak. “Program MPLS tahun ini mengacu pada Permen Nomor 12 Tahun 2026 yaitu MPLS Ramah. Kami menitikberatkan pada kegiatan yang membuat anak-anak merasa senang, aman, dan bahagia berada di sekolah,” pungkasnya. (dp/pin)



