WONOASIH – Budidaya ikan tak sekadar memelihara dan memanen ikan, tetapi juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda. Semangat inilah yang didorong Pemerintah Kota Probolinggo melalui Pelatihan Kewirausahaan Budidaya Ikan dalam rangka Regenerasi Pembudidaya Ikan di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pakistaji, Selasa (13/10).
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari yang membuka kegiatan tersebut mengajak generasi muda untuk berani memanfaatkan potensi perikanan sebagai peluang usaha mandiri. Menurutnya, keterampilan budidaya ikan dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Ina menilai, pengembangan budidaya ikan air tawar, seperti lele, nila, dan gurami, perlu terus didorong di tengah tantangan sektor perikanan. Budidaya tidak harus dimulai dengan lahan yang luas, tetapi dapat dikembangkan dari lingkungan rumah dengan pengelolaan yang tepat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap generasi muda tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja melalui usaha budidaya ikan. Manfaatkan betul ilmu yang diperoleh hari ini, sehingga nantinya bisa menjadi usaha mandiri yang menghasilkan,” ujar Ina.
Ia juga menekankan, peluang usaha perikanan tidak berhenti pada penjualan ikan segar. Hasil budidaya dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti fillet, keripik, hingga abon ikan. Dengan demikian, terbuka kesempatan bagi pembudidaya untuk berkolaborasi dengan pelaku UMKM, koperasi, maupun mitra usaha di sektor pangan.
Ina pun menyoroti pentingnya membangun jejaring pemasaran agar hasil budidaya memiliki kepastian pasar. Salah satunya melalui peluang kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang diharapkan dapat membuka ruang bagi produk perikanan lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok kebutuhan pangan.
“Kalau usaha ini dikelola secara mandiri, hasilnya bisa menjadi sumber penghasilan bagi keluarga. Jangan hanya berpikir bagaimana menjual ikan, tetapi pikirkan juga bagaimana mengembangkan produk dan membangun kerja sama agar usaha semakin berkembang,” tuturnya.
Menurut Ina, semangat berwirausaha juga penting ditanamkan sebagai bekal masa depan. Dengan memiliki usaha sendiri, masyarakat dapat membangun sumber pendapatan tambahan dan tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan, termasuk ketika memasuki masa pensiun.
Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut menjadi praktik nyata yang menghasilkan pembudidaya baru. Terlebih, para peserta akan mendapatkan dukungan sarana budidaya sehingga memiliki kesempatan untuk langsung memulai usaha setelah mengikuti pelatihan.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi awal gerakan yang lebih besar. Bukan hanya pelatihan hari ini, tetapi dilanjutkan dengan aksi nyata, pendampingan, dan kolaborasi yang berkelanjutan,” tegasnya sebelum secara resmi membuka kegiatan.
KKMP Pakistaji Raup Omzet Puluhan Juta
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, pelatihan ini dirancang untuk menumbuhkan minat generasi muda menjadi pembudidaya ikan sekaligus wirausaha perikanan. Selain memberikan pengetahuan teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan manajerial agar peserta mampu merencanakan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Regenerasi pembudidaya ikan menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan usaha perikanan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Probolinggo. Karena itu, peserta tidak hanya diberikan pelatihan, tetapi juga stimulus sarana budidaya sebagai modal awal untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh,” katanya.
Sebanyak 50 pemuda yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna dari Kelurahan Jrebeng Wetan, Curah Grinting, dan Sumber Taman mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan paket sarana budidaya berupa satu kolam terpal, 100 kilogram pakan ikan, obat-obatan, serta 2.000 ekor benih ikan nila.
Pada kesempatan yang sama, DKPPP juga menyerahkan secara simbolis paket induk ikan lele kepada pelaku usaha pembenihan. Paket tersebut terdiri atas lima ekor induk jantan dan dua ekor betina untuk mendukung pengembangan produksi benih dan memperluas ketersediaan benih bagi pembudidaya pemula.
Pemilihan KKMP Pakistaji sebagai lokasi kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung praktik usaha budidaya yang telah berjalan. Koperasi ini mengelola 24 kolam terpal untuk budidaya ikan lele dan berdasarkan laporan DKPPP, mampu membukukan omzet Rp 63,5 juta dalam satu siklus usaha selama empat bulan.
Capaian tersebut menjadi contoh bahwa budidaya ikan dapat dikembangkan sebagai kegiatan usaha yang produktif apabila didukung pengelolaan yang baik, ketersediaan sarana produksi, dan akses pemasaran.
Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara KKMP Pakistaji dan SPPG Kanigaran 01 Kota Probolinggo. Kemitraan tersebut diharapkan memperkuat peluang pemasaran hasil budidaya ikan lokal sekaligus membangun hubungan usaha yang saling mendukung.
Usai peresmian acara, Wawali Ina bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aries Santoso, Kepala DKPPP Fitriawati, serta undangan meninjau 24 kolam terpal budidaya ikan lele di KKMP Pakistaji. (mir/fa)
