Dekranasda Gathering "Ladies Of Batik", Ekspose Keindahan Batik Khas Jawa Timur

2026

KANIGARAN – Dekranasda Gathering “Ladies of Batik” mewarnai rangkaian Batik In Motion dalam memperingati Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo. Dihadiri Ketua Dekranasda Se-Jawa Timur, gathering ini menjadi ajang silaturahmi yang bertujuan memperkuat budaya sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif. Khususnya bagi pembatik, IKM dan UMKM, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan batik. 

Dekranasda Gathering berlangsung di Paseban Sena, Jumat (4/9). Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter batik khas Jawa Timur dan mendorong produk batik daerah agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ketua Dekranasda Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, menegaskan pentingnya membangun kekuatan bersama diantara para pengrajin batik. Menurutnya, selama ini banyak pengrajin masih berjalan sendiri-sendiri sehingga diperlukan kolaborasi antar daerah untuk mengembangkan produk batik.

Pagelaran Batik in Motion memiliki misi menggerakkan seluruh industri kreatif, baik itu seniman, budayawan, kemudian UMKM, pembatik, kuliner, dan apapun yang bisa disajikan, di-support oleh industri. 

"Keberhasilannya diharapkan dapat terlihat melalui peningkatan jumlah pembatik, penjualan dan pendapatan masyarakat produsen, sekaligus memberikan dampak terhadap sektor perhotelan dan transportasi. Dan itu akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Eva. 

"Terima kasih atas support luar biasa dari Bank Jatim dan semua ibu-ibu tentunya, jangan disia-siakan kita berdiskusi di sini untuk memperkuat Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara dan menjadi batik terbaik se-Nusantara sehingga Jawa Timur mendunia," imbuhnya. 

Sementara itu Sekretaris Dekranasda Provinsi Jawa Timur Dwi Mardiana Susilawati memberikan apresiasi atas tampilan ketua Dekranasda mengenakan baju batik yang cantik dan menginspirasi. 

"Pertama-tama, kami bangga terhadap panjenengan semua Ibu Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota, salam hangat dari Ibu Arumi Bachsin Emil Dardak. Semua ibu-ibu Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota mendapatkan salam sayang dari Ibu Ketua Dekranas Pusat, Ibu Selvi Ananda Gibran Rakabuming," bukanya.

Sekretaris Dekranasda Jatim menuturkan, batik bukan sekadar kain, batik adalah cerita. Batik bukan sekadar motif, batik adalah identitas. Kota Probolinggo memiliki identitas batik yang kuat melalui unsur mangga, anggur, bayu dan angin, serta kekayaan alam dan budaya masyarakat pesisir. Identitas tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk membawa batik Probolinggo dari pasar lokal menuju pasar nasional hingga internasional.

"Dekranasda berharap Batik in Motion tidak berhenti sebagai fashion show atau kegiatan seremonial saja, melainkan bisa berkembang menjadi gerakan untuk melestarikan budaya, meningkatkan kualitas produk, memperkuat IKM dan UMKM, membuka lapangan kerja serta memperluas pasar batik daerah. Keberhasilan batik bukan hanya pada ketika kita mampu menciptakan motif yang indah, tapi ketika para pembatiknya semakin sejahtera, semakin bangga, industrinya semakin kuat, produksinya semakin luas, dan diterima pasar,” harapnya.

Dirinya mengajak seluruh anggota Dekranasda agar tidak melihat batik sebagai sesuatu yang kuno, jadikan batik sebagai sesuatu yang keren dan kreatif dan membanggakan, sehingga tradisi tetap berakar, kreativitas terus berkembang, dan batik terus bergerak mengikuti zaman. 

"Mari kita cintai produk karya pembatik daerah. Batik Probolinggo bukan hanya untuk hari ini saja, tapi merupakan warisan untuk generasi mendatang dan kitalah yang terus bergerak. Dan kami juga mengucapkan semoga kegiatan ini menjadi ruang bertemunya budaya, kreativitas, fashion, pariwisata, dan ekonomi yang kreatif serta mampu membawa nama Kota Probolinggo semakin harum di tingkat nasional maupun internasional," harapnya.

Selain menjadi ajang promosi dan pengembangan batik, pada kesempatan tersebut juga diberikan penilaian terhadap karya fashion yang ditampilkan peserta. Desainer dari Islamic Fashion Institute (IFI) Surabaya Yussi Martha memberikan apresiasi terhadap kreativitas para peserta dalam mengemas batik Jawa Timur menjadi busana yang lebih modern.

Menurutnya, batik Jawa Timur memiliki karakter, makna dan cerita yang kuat. Batik juga dinilai dapat digunakan oleh berbagai kelompok usia dan dipadupadankan dengan material fashion lain seperti denim, brokat, lace, hingga tenun. Dari proses penilaian tersebut, terdapat tiga karya yang dipilih sebagai yang terbaik. 

Batik Jombang menjadi salah satu karya yang mendapat penghargaan. Motif daun puring yang digunakan dinilai mampu menghadirkan karakter batik yang lebih dekat dengan anak muda. Selanjutnya, Batik Pasuruan (Sekar Arum) juga terpilih, karena karya tersebut mendapat apresiasi karena menggunakan pewarnaan alam dan model yang sederhana namun tetap elegan. 

Sementara satu karya lainnya dinilai memiliki warna khas dengan karakter dinamis dan futuristik yang dianggap sesuai dengan tema Batik in Motion yakni dari Kota Probolinggo yang dikenakan Ketua Dekranasda Kota Probolinggo. 

Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari yang hadir dalam gathering sekaligus menyerahkan penghargaan kepada pemenang. Siang itu, acara dihibur musik Amino Band feat penyanyi cilik Nabila, tampilan Tari Ronjengan dari Sanggar Violet Aurora, fashion show batik and dancing seluruh Ketua Dekranasda. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Cabang Bank Jatim Kota Probolinggo Selvi Taurussia beserta jajaran, istri Forkopimda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan tamu undangan. (Crl/fa)

BAGIKAN