Dekranasda Kota Probolinggo Raih Penghargaan Pengembangan Talenta Kreatif

2026

MALANG – Dari komitmen membangun kolaborasi antara pemerintah, komunitas, masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif, Dekranasda Kota Probolinggo meraih penghargaan kategori Pengembangan Talenta Kreatif dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. 

Penghargaan yang diserahkan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin di Harris Hotel & Convention Malang, Selasa (27/10) ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan Dekranasda Kota Probolinggo dalam mengembangkan potensi batik daerah. Sekaligus melahirkan talenta-talenta desainer muda yang mampu menghadirkan karya kreatif dengan sentuhan motif kontemporer khas Kota Probolinggo.

Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah tumbuhnya desainer batik cilik berbakat yang turut memperkenalkan kekayaan motif lokal melalui pendekatan desain yang lebih segar dan inovatif. Upaya tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kreativitas generasi muda dan perkembangan industri kreatif.

Ketua Dekranasda Kota Probolinggo, Evariani Aminuddin, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir sebuah prestasi. “Melainkan awal dari tanggung jawab untuk melahirkan inovasi dan karya yang berkelanjutan,” ungkap Evariani.

Menurutnya, pengembangan kerajinan dan batik tidak cukup hanya berorientasi pada pelestarian tradisi. Diperlukan pula ruang kreativitas, pendampingan, kolaborasi, serta kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, perajin, desainer, komunitas, dan pelaku usaha menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang produktif dan berdaya saing. Melalui kolaborasi tersebut, batik khas Kota Probolinggo diharapkan semakin dikenal luas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Tiga Kebijakan Utama Proker Dekranasda 2027 

Rakorda Dekranasda Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin ini, menjadi forum koordinasi, komunikasi, dan sinkronisasi program kerja antara Dekranasda provinsi dengan Dekranasda kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas serta daya saing produk kerajinan, wastra, batik, dan industri kecil dan menengah (IKM) kreatif. Selain itu, Rakorda menjadi momentum untuk menyelaraskan program kerja daerah dengan arah kebijakan nasional serta memperkuat efektivitas pembinaan dan pengembangan IKM.

Dalam forum yang sama, Sekretaris Dekranasda Provinsi Jawa Timur Dwi Mardiana Susilawati memaparkan rencana program kerja Dekranasda Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 yang berfokus pada tiga arah kebijakan utama. Yakni pelestarian budaya dan pengembangan kerajinan lokal, peningkatan daya saing IKM, serta perluasan akses pemasaran dan penguatan kemitraan.

Arah kebijakan tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi Dekranasda kabupaten/kota dalam menyelaraskan program, memperkuat koordinasi, dan membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Sejumlah agenda direncanakan untuk mendukung pencapaian tersebut, antara lain partisipasi dalam pameran kerajinan dan fesyen, pembinaan IKM wastra dan kriya, pengembangan kewirausahaan bagi generasi muda, serta lomba desain fesyen bagi siswa SMK.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dekranasda Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah Dekranasda kabupaten/kota dan pelaku IKM berprestasi. Serta talk show bertema “How to Survive in This Economy” yang membahas strategi mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah dinamika ekonomi dan persaingan pasar, dengan narasumber Dosen Fashion Design & Business Universitas Ciputra Surabaya Dewa Made Weda Githapradana, dan Dewi, pemilik ZAMA Homewear Malang. 

Rakorda dihadiri jajaran pengurus Dekranasda Provinsi Jawa Timur, pimpinan Bank Jatim, narasumber talk show, ketua dan ketua harian Dekranasda kabupaten/kota, serta perwakilan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (yul/fa)

 

BAGIKAN