Di Mango Carnival of Indonesia, Pelajar Dibekali Pelatihan Seni Ukir Mangga

2026

MAYANGAN – Sebanyak 50 siswa – siswa perwakilan SMA/SMK/MA se- Kota Probolinggo mengikuti Pelatihan Seni Ukir Mangga sebagai rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026 yang digelar di Stadion Bayuangga, Sabtu (31/10) siang.

Seni Ukir Buah atau Fruit Carving, adalah seni memahat dan mengukir buah serta sayuran untuk menjadikannya karya seni yang menarik secara visual. Seni ini bertujuan untuk menambah estetika pada hidangan, meningkatkan selera makan, dan menujukkan kreatifitas serta keterampilan. Kesenian ini menggunakan alat seperti cutter dan pisau ukir khusus.

Yudiono Penyuluh Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI selaku Ketua Pelaksana Pelatihan Seni Ukir Mangga mengatakan, kegiatan ini bertujuan menambah wawasan dan keterampilan terutama siswa – siswi kelas 10 dan 11 dimana nantinya pelatihan ini berkelanjutan.

“Untuk saat ini kita di level basic atau level dasar, jadi temanya kita mengambil flora dan fauna, buah yang dipilih adalah mangga sebagai ikon Kota Probolinggo. Jenisnya mangga golek karena memang tekstur, bentuk buahnya mudah untuk dibentuk,” katanya.

Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati yang hadir sekaligus membuka kegiatan mengajak peserta untuk selalu bangga dengan Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga. Salah satunya melalui kegiatan hari ini belajar megukir mangga sehingga menjadi kreasi cantik yang bisa dihadirkan dalam event – event khusus.

“Kita mulai lagi, kita tunjukkan sebagai warga Kota Probolinggo, ayo kita cintai ikon Kota Probolinggo ini sebagai Kota Bayuangga (Kota Angin, Anggur dan Mangga). Hari ini kita bicara tentang mangga, insyaallah bulan depan kita akan panen anggurnya,” terang Fitriawati. 

“Jadi anak - anak ku, saya berharap dengan pelatihan ini, yang pertama adik – adik mengenal seni ukir buah khususnya mangga, sebagai keterampilan kreatif yang memadukan seni dan pengolahan pangan. Kemudian meningkatkan kreatifitas, ketelitian, kesabaran, dan keterampilan motorik peserta, mendorong peserta mengenali potensi mangga sebagai identitas dan daya tarik daerah,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini dapat memberikan pengalaman untuk peserta karena tidak semua anak mendapat kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan ukir mangga, sehingga perlu disyukuri dan beharap nanti bisa dikembangkan kreatifitasnya lebih baik lagi. 

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Nurin Yeni Astuti (Carving) sekaligus Owner Dapur Nurin. Ia menjelaskan buah apa saja bisa diukir selama memiliki daging yang tebal. Manga bisa diukir asalkan masih madan (tidak terlalu matang) agar mudah dibentuk. 

Ia berharap melalui pelatihan ini, peserta bisa meneruskan menjadi seorang carving. “Karena ini merupakan kreatifitas dan karya seni, sekaligus menghasilkan uang. Semoga tahun depan ada lagi, kalau hari ini pelatihan tahun depan bisa dilombakan, jadi bisa berkelanjutan,” harap Nurin.

Salah seorang peserta Ghyllank Gheoharto Nugroho (15) siswa kelas 10 SMAN 4 Kota Probolinggo mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini, dirinya ikut pelatihan ukir mangga atas kemauan sendiri ketika ditawari pihak sekolah, bersama seorang temannya.

“Saya hobi menggambar, agak susah ngukir, ini milih bentuk ikan karena suka hewan. Senang ada seni ukir ini, semoga kedepannya saya bisa buat yang lebih bagus lagi dan bisa ikut pelatihan lagi. Untuk festival mangga semoga tiap tahun ada dan lebih meriah lagi,” katanya pelajar yang mengaku menyelesaikan ukirannya dalam waktu 30 menit. (Crl/fa)

BAGIKAN