Kanigaran - Kota Probolinggo berduka atas wafatnya wartawan senior Ikhsan Mahmudi pada Sabtu malam (16/5). Almarhum mengembuskan napas terakhir di usia 59 tahun dan dimakamkan pada Minggu pagi (17/5) di Tempat Pemakaman Umum Ungup-Ungup, Kanigaran.
Rumah duka dipenuhi keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, hingga insan pers yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Doa bersama dipimpin Ketua FKUB Ahmad Hudri. Hadir pula Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Pj Sekda Rey Suwigtyo, Ketua PD Muhammadiyah Dawam Ichsan, Ketua PCNU Arba'i Hasan, Camat Kanigaran Purwanto, Kasi Humas Polresta Iptu Zainullah, Ketua Bawaslu Johan Dwi Angga, Lurah Tisnonegaran Janita, para awak media, serta warga sekitar.
Jenazah kemudian disalatkan di Masjid Darussalam yang letaknya tak jauh dari rumah duka. Banyaknya pelayat membuat salat jenazah dilakukan dalam dua sesi bergantian sebelum almarhum diberangkatkan ke pemakaman.
Dalam tausiyah dan sambutannya, Wali Kota dr. Aminuddin menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian almarhum. Menurutnya, Haji Ikhsan merupakan sosok yang selama ini menjadi partner diskusi yang baik dalam mendukung pembangunan Kota Probolinggo.
“Beliau sering berdiskusi dan memberi masukan positif. Kritik dan sarannya selalu santun, tidak pernah menyampaikan hal-hal buruk ataupun negatif. Berita-berita yang ditulis beliau menyejukkan tanpa provokasi, serta ikut terlibat dalam berbagai audiensi dan penyelesaian persoalan kota,” ungkapnya.
Wali kota juga menyampaikan doa terbaik bagi almarhum.
“Kita semua kehilangan sosok yang baik. Semoga almarhum diberkahi Allah SWT, diberikan husnul khotimah, dimudahkan segala urusannya dan dilapangkan kuburnya,” tuturnya.
Almarhum yang lahir pada tahun 1966 itu dikenal aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Selain menjadi wartawan senior di Ngopibareng.id, ia juga tercatat sebagai Presidium KAHMI dan aktif di MUI serta sejumlah organisasi lainnya.
Ketua PWI Probolinggo Babul Arifandi menuturkan, almarhum pernah menjabat sebagai Ketua PWI Probolinggo pada tahun 2008 dan dikenal sebagai sosok pengayom di kalangan wartawan.
“Orangnya sabar, baik, dan tutur katanya menjadi panutan. Beliau mudah berbagi ilmu kepada siapa pun, termasuk wartawan muda. Almarhum juga amanah dalam menjalankan tugas organisasi,” ujarnya.
Menurut Babul, di lingkungan PWI Probolinggo, Haji Ikhsan dikenal sebagai pribadi yang tegak lurus dan konsisten dalam bersikap.
“Kami sebagai insan pers sekaligus pengurus PWI Probolinggo merasa sangat kehilangan. Haji Ikhsan Mahmudi adalah wartawan senior yang humble dan menjadi teladan bagi banyak orang,” pungkasnya.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi insan pers dan masyarakat Kota Probolinggo yang mengenal dedikasi serta ketulusannya selama hidup. (yul/pin)



