Dokter Aminuddin Ajak Seluruh Elemen Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kota

2026

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat upaya pencegahan konflik sosial melalui sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Command Centre, Rabu (24/6). Rapat koordinasi ini diikuti unsur Forkopimda, seluruh perangkat daerah, camat, lurah, serta pemangku kepentingan terkait secara luring maupun daring.

Dalam arahannya, Wali Kota Dokter Aminuddin menegaskan bahwa potensi konflik sosial dapat muncul kapan saja dan sering kali terjadi tanpa diduga. Karena itu, koordinasi, komunikasi, dan sinergi seluruh elemen harus terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Alhamdulillah kondisi sosial di Kota Probolinggo secara umum masih kondusif berkat kerja sama semua pihak. Namun kita tidak boleh lengah. Koordinasi dan komunikasi harus terus dilakukan agar berbagai potensi konflik sosial dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.

Dokter Aminuddin menyebut sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari pengendalian inflasi, penyalahgunaan narkoba, keamanan lingkungan, penanganan sampah, penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran hingga mitigasi kebakaran pada musim kemarau.

Ia juga mengungkapkan keberhasilan Kota Probolinggo dalam mengendalikan inflasi yang mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri harus terus dipertahankan karena berkaitan langsung dengan stabilitas sosial masyarakat.

“Inflasi yang terkendali menjadi bagian penting dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Karena itu pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam bidang keamanan, Pemerintah Kota Probolinggo bersama aparat penegak hukum akan memperkuat patroli wilayah dan pengawasan lingkungan. Upaya tersebut didukung rencana pemasangan sekitar 300 unit CCTV di berbagai titik strategis kota hingga akhir tahun 2026 yang terintegrasi dengan layanan darurat 112.

“Dengan dukungan CCTV dan sistem pemantauan yang terintegrasi, kita ingin meningkatkan kecepatan respons sekaligus mengedepankan langkah-langkah pencegahan,” tambahnya.

Selain itu, wali kota juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, pembuangan sampah liar, hingga meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang saat ini sedang berlangsung. Menurutnya, proses penerimaan peserta didik baru harus dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel untuk menghindari munculnya persoalan di tengah masyarakat.

“Sosialisasi harus dilakukan secara maksimal mulai dari mekanisme pendaftaran, petunjuk teknis hingga tahapan daftar ulang. Jangan sampai muncul persoalan akibat kurangnya informasi yang diterima masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB saat ini memasuki tahap jalur domisili yang berlangsung mulai 24 hingga 27 Juni 2026.

“Jalur afirmasi dan prestasi telah selesai dilaksanakan dan hasilnya sudah diumumkan. Saat ini kami memasuki jalur domisili yang memang memiliki animo paling tinggi karena peserta yang belum diterima pada jalur sebelumnya akan kembali mendaftar melalui jalur ini,” jelasnya.

Rini-sapaan akrabnya, memastikan seluruh tahapan telah disosialisasikan melalui berbagai kanal informasi dan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat untuk menjamin pelaksanaan SPMB berlangsung transparan dan berintegritas.

Mengakhiri rapat, Wali Kota Dokter Aminuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah dan mendukung berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Probolinggo.

“Keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kota merupakan tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, serta kepedulian seluruh warga, saya optimis Kota Probolinggo akan tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan semakin maju,” pungkasnya. (mir/fa)

BAGIKAN