KEDOPOK – Tak ada yang menyangka, kabar terakhir yang dibagikan Sefriel Ardiansyah kepada keluarganya, pada Kamis (15/10) lalu, akan menjadi kenangan yang begitu membekas. Atlet panjat tebing andalan Kota Probolinggo itu meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, takziah di rumah duka, Sabtu (17/10) siang. Kesedihan menyelimuti rumah keluarga Sefriel di Jalan Serayu, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok. Disana, wali kota menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada ayah, ibu, dan kakak Sefriel, Indra Saefullah.
Kehadiran wali kota didampingi Lurah Jrebeng Kulon, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Baznas. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Sefriel Ardiansyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tuturnya.
Suasana haru terasa sepanjang kunjungan tersebut. Di tengah kehadiran para pelayat, keluarga masih berusaha menerima kenyataan bahwa Sefriel telah pergi untuk selamanya. Kepergian sosok yang dikenal pendiam, tetapi setia kawan itu menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Kakak Sefriel, Indra Saefullah, menceritakan bahwa dirinya terakhir kali bertemu dengan sang adik pada Rabu (14/10), sehari sebelum peristiwa kebakaran terjadi. Sementara itu, pada hari kejadian, ibunda Sefriel masih sempat bertukar kabar dengan putranya.
Dalam komunikasi tersebut, Sefriel menyampaikan bahwa dirinya ikut membantu mengantarkan air untuk penanganan kebakaran. Lokasi tersebut berjarak sekitar tiga kilometer dari tempatnya bekerja, di sebuah hotel di kawasan Gunung Bromo.
“Terakhir saya bertemu dengan Sefriel hari Rabu, sehari sebelum kejadian. Pada hari Kamis, ibu juga masih sempat bertukar kabar dengannya. Saat itu, Sefriel menyampaikan bahwa dirinya ikut mengantarkan air untuk membantu penanganan kebakaran. Kami benar-benar tidak menyangka akan kehilangan dia secepat ini, ucap Indra menahan tangis.
Indra juga mengungkapkan bahwa Sefriel merupakan sosok yang pendiam. Namun, di balik kepribadiannya tersebut, sang adik ternyata memiliki banyak teman. Banyaknya orang yang turut berduka membuat keluarga semakin menyadari betapa luasnya pertemanan Sefriel.
“Kami mengenal Sefriel sebagai anak yang pendiam. Kami bahkan tidak menyangka ternyata dia punya banyak teman. Kehilangan ini tentu sangat berat bagi kami,” imbuhnya.
Digadang Bakal Ikut Porprov 2027
Harapan Sefriel Ardiansyah bertanding dalam cabang olahraga Panjat Tebing di Porprov 2027 pupus sudah. Pemuda berusia 19 tahun ini punya prestasi luar biasa. Ia juga masih aktif dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo. Ia kerap datang ke tempat latihan di GOR A.Yani.
Sang kakak, Indra Saefullah mengenang adiknya memang sudah aktif di panjat tebing. Ketertarikan dan bakatnya sudah muncul sejak sekolah dasar hingga ia duduk dibangku SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.
“Ananda Sefriel ini termasuk atlet berprestasi. Terakhir Porprov mendapat medali perunggu. Lalu kejuaraan di Provinsi Jawa Timur pernah dapat emas dan perak. Diproyeksikan ananda Sefriel akan mengikuti porprov 2027, harapannya bisa mendapatkan medali emas. Namun takdir berkata lain,” ungkap Sekum FPTI Kota Probolinggo Coach Agniz, yang juga berada di rumah duka, saat Wali Kota Dokter Aminuddin takziah kesana.
Sederet prestasi Sefriel di kejuaraan tingkat provinsi dimulai pada tahun 2022 hingga 2025. Almarhum mengantongi juara dengan catatan medali 3 emas, 5 perak dan 5 perunggu. Dari kategori lead beregu, boilder beregu, SWR youth A, boilder youth A, lead YA, lead tim, boilder tim, speed, speed klasik dan lead YB. (sit/fa)
