KANIGARAN – Upaya menghidupkan kembali identitas Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga terus diperkuat. Perum Perhutani melalui Divisi Regional Jatim, KPH Bondowoso, KPH Probolinggo dan KBM Komersial Kayu Wilayah Probolinggo, menyerahkan bantuan 1.000 bibit mangga kepada Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendukung penghijauan dan reboisasi, sekaligus mendorong gerakan penanaman mangga di lingkungan masyarakat.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo Dokter Evariani di Rumah Jabatan Wali Kota Probolinggo, Jumat (9/10).
Wali Kota Dokter Aminuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perum Perhutani atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan penanaman pohon mangga di Kota Probolinggo, sekaligus menyambut gelaran Mango Carnival of Indonesia.
“Terima kasih kepada Perum Perhutani, yang telah menyumbangkan 1.000 bibit mangga. Ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Mango Carnival of Indonesia yang akan digelar di Kota Probolinggo pada tanggal 29, 30, dan 31 Oktober,” ujar Aminuddin.
Ia menjelaskan, momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah penghasil mangga di Indonesia. Melalui kegiatan itu, berbagai daerah diharapkan dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan kebijakan terkait pengembangan komoditas mangga.
“Kita akan terus memperbanyak pohon mangga di Kota Probolinggo. Kota ini akan mewakili wilayah-wilayah penghasil mangga di Indonesia. Kita ingin berbagi ilmu, kebijakan, dan berbagai hal tentang mangga, sehingga mangga Indonesia semakin dikenal di seluruh dunia sebagai komoditas unggulan yang menjadi kebanggaan kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Administratur KPH Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap keinginan Wali Kota Probolinggo untuk menghidupkan kembali kejayaan mangga sebagai ikon daerah. Ia menyebut, program penanaman mangga di lingkungan rumah warga menjadi salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan bersama.
“Pak Wali Kota ingin menghidupkan kembali mangga Kota Probolinggo. Salah satu program yang dicanangkan adalah memberikan bantuan kepada masyarakat dan melakukan reboisasi melalui gerakan satu rumah satu pohon mangga. Harapannya, ikon Probolinggo sebagai Kota Mangga bisa hidup kembali,” ungkap Misbakhul.
Ia menjelaskan, 1.000 bibit yang diserahkan terdiri atas varietas Arumanis dan Manalagi. Bantuan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk kembali menanam pohon mangga, baik di pekarangan rumah maupun di lingkungan sekitar.
Misbakhul juga mengajak masyarakat mendukung program tersebut karena manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.
“Semoga program yang dicanangkan Pak Wali Kota ini menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk kembali menanam pohon mangga, terutama mangga khas Kota Probolinggo. Selain dapat membantu perekonomian masyarakat, pohon mangga juga memberikan manfaat bagi lingkungan, termasuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan kita semua,” tuturnya.
Selain mendukung penghijauan, penanaman mangga juga diharapkan dapat memperkuat identitas daerah, menjaga kelestarian lingkungan, serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas unggulan lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agus Dwiwantoro. (mir/fa)
