SURABAYA – Pemerintah Kota Probolinggo kembali ambil bagian dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang digelar di Hall Grand City Convention & Exhibition Surabaya, Jumat (2/10). Kehadiran Kota Mangga Anggur menjadi momentum memperkenalkan berbagai potensi dan peluang investasi kepada investor nasional maupun internasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, EJIF 2026 mengusung tema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine Through Strategic and Sustainable Investment”.
Forum ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan bisnis dan business matching, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor serta memperkenalkan proyek-proyek investasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan semangat EJIF 2026, Pemerintah Kota Probolinggo memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan sejumlah potensi investasi daerah. Salah satunya adalah Investment Project Ready to Offer (IPRO) Pasar Agrobis yang memiliki peluang pengembangan pada sektor perdagangan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain Pasar Agrobis, Kota Probolinggo juga menawarkan peluang pengembangan sektor pariwisata melalui Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL). Kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang semakin menarik sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi daerah.
Potensi lainnya berada di kawasan Pantai Permata yang terintegrasi dengan kawasan Pasar Mangunharjo. Pengembangan kawasan tersebut dapat diarahkan sebagai ruang yang memadukan aktivitas ekonomi, perdagangan dan pariwisata dengan tetap mengangkat karakter serta potensi lokal Kota Probolinggo.
Berbagai potensi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan investor, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi daerah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam EJIF 2026, Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat posisi daerah sebagai bagian dari ekosistem investasi Jawa Timur. Berbagai potensi yang dimiliki diharapkan dapat semakin dikenal dan membuka peluang kerja sama baru dengan investor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Jatim Meningkat
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” sekaligus salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Investasi yang dikembangkan diarahkan tidak hanya pada peningkatan nilai modal, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan penciptaan nilai tambah yang inklusif bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan, perekonomian Jawa Timur memiliki fondasi yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan (year-on-year) dan 2,85 persen secara triwulanan (quarter-to-quarter). Secara kumulatif hingga Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,84 persen.
Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Jawa Timur juga mencatat pertumbuhan sebesar 8,86 persen secara year-on-year. Pertumbuhan tersebut antara lain didukung pembangunan berbagai infrastruktur strategis dan peningkatan konektivitas yang menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif.
Pada EJIF 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menawarkan 28 proyek Investment Projects Ready to Offer (IPRO) yang telah melalui analisis kelayakan awal atau pre-feasibility study. Proyek-proyek tersebut tersebar pada empat sektor utama, yakni agroindustri dan pengolahan, manufaktur dan hilirisasi, infrastruktur dan pengembangan perkotaan, serta pariwisata, ekonomi kreatif dan heritage.
Jawa Timur juga memiliki ekosistem kawasan industri yang mendukung pengembangan usaha, meliputi dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 13 kawasan industri dan satu kawasan industri halal.
Penguatan investasi juga diarahkan melalui kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business, termasuk kepastian dan kecepatan proses perizinan melalui pelayanan terpadu satu pintu yang transparan dan terintegrasi.
Rangkaian EJIF 2026 meliputi Many-to-Many Meetings, One-on-One Meetings, Project Showcase, hingga Project Visit ke sejumlah lokasi strategis. Rangkaian tersebut memberikan kesempatan kepada investor untuk mendapatkan informasi sekaligus melihat secara langsung berbagai peluang investasi yang tersedia di Jawa Timur. (Chi/fa)
